Guru Pancasila: Logika
Tampilkan postingan dengan label Logika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Logika. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 April 2011

PENJELASAN

A. Pengertian
Penjelasan adalah sekelompok proposisi yang menerangkan suatu fakta, dengan keterangan itu dapat disimpulkan secara logis sehingga problematik atau keraguan yang menyelubungi fakta itu dapat dihilangkan.

Dalam kehidupan sehari-hari, sesuatu yang menyalahi kebiasaan menuntut kita akan adanya penjelasan. Misalnya seorang pegawai perusahaan yang datang setiap hari tanpa terlambat tidak akan menimbulkan pertanyaan. Tetapi bila pada suatu hari dia satu jam terlambat, majikannya pasti menanyakannya. Jawaban yang diberikan atas keterlambatannya inilah yang disebut penjelasan atau keterangan.

Minggu, 20 Maret 2011

GENERALISASI, MACAM-MACAM GENERALISASI DAN GENERALISASI ILMIAH

A. Pengertian Generalisasi

Di dalam buku Logika, Generalisasi adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual menuju kesimpulan umum yang mengikat seluruh fenomena sejenis dengan fenomena individual yang diselidiki. ( Mundiri, 1994 : 127 )
Menurut Gorys Keraf dalam buku Argumentasi dan Narasi, Generalisasi adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum yang mencakup semua fenomena tadi. ( Gorys Keraf, 1994 : 43 )

PENALARAN

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

ANALOGI

PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita menemukan permasalahan dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Permasalahan ini akibat dari logika bahasa yang sering kali salah. Akibatnya pesan komunikasi tidak tersampaikan bahkan bisa berakibat fatal. Misperseptions. Pertanyaannya kemudia adalah, bagiamanakab kita berinteraksi yang baik dan benar? Tentunya kita sebagai mahkluk yang berfikir,Hayawanu al-natiq, bisa menggunakan potensi akal. Diantaranya adalah menggunakan logika.
Berangkat dari permasalahan diatas, pemakalah mencoba menjelaskan salah satu komponen ilmu logika yaitu Analogi sebagaimana akan dijelaskan pada bab selanjutnya.

Sabtu, 19 Maret 2011

Kesalahan LOGIS dan Kekeliruan berfiki kreativitas

KEKELIRUAN BERPIKIR DAN KREATIVITAS
Mundiri menyatakan dalam bukunya bahwa terdapat beberapa kekeliruan berpikir antara lain :
A. Kekeliruan Formal karena :
1. menggunakan empat term dalam silogisme
2. kedua term penengah tidak mencakup proses yang tidak benar
3. menyimpulkan dari dua premis negatif
4. mengakui akibat kemudian membenarkan pula sebabnya
5. menolak sebab dan menyimpulkan bahwa akibat tidak terlaksana
6. bentuk disyungtif yang mengingkari alternatif pertama kemudian mengakui alternatif lain
7. tidak runtutnya peryataan satu dengan yang diakui sebelumnya
B. Kekeliruan Informal yang disebabkan oleh :
1. Membuat generalisasi yang terburu-buru
2. memaksakan praduga
3. mengundang permasalahan
4. menggunakan argumen yang berputar
5. berganti dasar
6. mendasarkan pada otoritas
7. mendasarkan diri pada kekuasaan
8. menyerang pribadi
9. kurang tahu permasalahan
10. pertanyaan yang rumit
11. alasan yang terlalu sederhana
12. menetapkan sifat yang bukan suatu keharusan
13. argumen yang tidak relevan
14. salah mengambil analogi
15. mengundang belas kasihan
C. Kekeliruan karena penggunaan bahasa yang disebabkan oleh
1. komposisi
2. kekeliruan dalam pembagian
3. kekeliruan karena tekanan
4. kekeliruan karena amfiboli (kalimat yang dapat ditafsirkan berbeda-beda)
5. kekeliruan karena menggunakan kata dalam beberapa arti

Permasalahan tersebut merupakan hal-hal yang biasa terjadi pada setiap orang sehingga orang tersebut dapat mengambil pemecahan masalah yang keliru dan jauh dari logika. Dengan demikian kesalahan-kesalahan berpikir tersebut merupakan kesalahan sistematika berpikir.

Sabtu, 19 Februari 2011

Positivisme logis

Positivisme logis (disebut juga sebagai empirisme logis, empirisme rasional, dan juga neo-positivisme) adalah sebuah filsafat yang berasal dari Lingkaran Wina pada tahun 1920-an. Positivisme Logis berpendapat bahwa filsafat harus mengikuti rigoritas yang sama dengan sains. Filsafat harus dapat memberikan kriteria yang ketat untuk menetapkan apakah sebuah pernyataan adalah benar, salah atau tidak memiliki arti sama sekali.

Tokoh-tokoh yang menganut paham positivisme logis ini antara lain Moritz Schlick, Rudolf Carnap, Otto Neurath, dan A.J. Ayer. Karl Popper, meski awalnya tergabung dalam kelompok Lingkaran Wina, adalah salah satu kritikus utama terhadap pendekatan neo-positivis ini.

Logika Klasik (logika tradisional: putusan yang paling banyak yang paling benar)

Jenis logika ini merupakan ciptaan Aristoteles (384-322 SM), salah seorang filsuf besar yang hidup di zaman Yunani Kuno. Dialah orang pertama yang melakukan pemikiran sistematis tentang logika. Karena alasan itu, logika ciptaannya itu disebut logika Aristoteles atau logika tradisional. Namun demikian, ia sendiri tidak memakai istilah logika, melainkan istilah analitika dan dialektika. Dengan analitika dimaksudkan penyelidikan terhadap argumen-argumen yang bertolak dari putusan-putusan yang benar, sedangkan dialektika adalah penyelidikan terhadap argument-argumen yang bertolak dari putusan-putusan yang masih diragukan kebenarannya. Istilah logika dalam arti seperti yang dikenal seperti sekarang baru diperkenalkan oleh Alexander Aphrodisias pada permulaan abad III Masehi.

Jumat, 18 Februari 2011

APA ITU LOGIKA ? dan kesalahan dalam LOGIKA?

Menurut Mundiri dalam bukunya tersebut Logika didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dari penalaran yang salah (diambil dari definisi Irving M. Copi). Sedangkan Poespoprojo menuliskannya sebagai ilmu dan kecakapan menalar, berpikir dengan tepat ( the science and art of correct thinking ). Olson tidak membahas mengenai logika dan ilmu menalar sama sekali.

Arti, isi dan luas pengertian

A. Pengertian
Pengertian merupakan bagian dan unsur – unsur dari keputusan. Sesuatu yang harus kita temukan sebelum kita sampai pada keputusan. sejak kecil kita sudah biasa mempergunakan kata - kata tertentu untuk mrnunjukan hal hal tertentu. Dunia dan seisinya yang kita lihat dan kita alami itu kita beri nama, setiap barang atau kejadian memiliki nama sendiri, untuk setiap hal kita bentuk istilahnya sendiri , seperti nama kursi dan meja, ini warna kuning dan itu merah.

DEDUKSI DAN INDUKSI

1. Logika Ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang ditata sehingga menampilkan pola-po-la yang teratur dan berlaku secara umum. Menurut paham empirisme, pengetahuan diperoleh melalui pengamatan atas fakta yang ditemukan di alam; sementara menurut paham rasionalisme, kebenaran pengetahuan hanya dapat ditemukan melalui proses pemikiran atau penalaran. Proses berpikir untuk menarik suatu kesimpulan yang berupa ilmu pengetahuan disebut proses bernalar.

Ad Placement

kelas

civic

ppkn