Guru Pancasila: Metode Belajar
Tampilkan postingan dengan label Metode Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Belajar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Maret 2017

Pengertian Pembelajaran Remidial




Pembelajaran remedial pada hakikatnya merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan. Untuk memahami konsep penyelenggaraan model pembelajaran remedial, terlebih dahulu perlu diperhatikan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diberlakukan berdasarkan Permendiknas 22, 23, 24 Tahun 2006 dan Permendiknas No. 6 Tahun 2007 menerapkan sistem pembelajaran berbasis kompetensi, sistem belajar tuntas, dan sistem pembelajaran yang memperhatikan perbedaan individual peserta didik. Sistem dimaksud ditandai dengan dirumuskannya secara jelas standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai peserta didik. Penguasaan SK dan KD setiap peserta didik diukur menggunakan sistem penilaian acuan kriteria. Jika seorang peserta didik mencapai standar tertentu maka peserta didik dinyatakan telah mencapai ketuntasan.

Pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, dimulai dari penilaian kemampuan awal peserta didik terhadap kompetensi atau materi yang akan dipelajari. Kemudian dilaksanakan pembelajaran menggunakan berbagai metode seperti ceramah, demonstrasi, pembelajaran kolaboratif/kooperatif, inkuiri, diskoveri, dan sebagainya. Melengkapi metode pembelajaran digunakan juga berbagai media seperti media audio, video, dan audiovisual dalam berbagai format, mulai dari kaset audio, slide, video, komputer, multimedia, dan sebagainya. Di tengah pelaksanaan pembelajaran atau pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung, diadakan penilaian proses menggunakan berbagai teknik dan instrumen dengan tujuan untuk mengetahui kemajuan belajar serta seberapa jauh penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah atau sedang dipelajari. Pada akhir program pembelajaran, diadakan penilaian yang lebih formal berupa ulangan harian. Ulangan harian dimaksudkan untuk menentukan tingkat pencapaian belajar peserta didik, apakah seorang peserta didik gagal atau berhasil mencapai tingkat penguasaan tertentu yang telah dirumuskan pada saat pembelajaran direncanakan.

Apabila dijumpai adanya peserta didik yang belum mencapai penguasaan kompetensi yang telah ditentukan, maka muncul permasalahan mengenai apa yang harus dilakukan oleh guru. Salah satu tindakan yang diperlukan adalah pemberian program pembelajaran remedial atau perbaikan. Dengan kata lain, remedial diperlukan bagi peserta didik yang belum mencapai kemampuan minimal yang ditetapkan atau kriteria ketuntasan minimal (KKM) dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Pemberian program pembelajaran remedial didasarkan atas latar belakang bahwa pendidik perlu memperhatikan perbedaan individual peserta didik. Diagnosis kesulitan belajar peserta didik dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:

a.    Kesulitan ringan, contohnya siswa kurang perhatian saat mengikuti pelajaran.
b.    Kesulitan sedang, contohnya masalah eksternal dari peserta didik mempengaruhi belajarnya (keluarga, teman dan lain-lain).
c.    Kesulitan berat, contohnya ketunaan yang dialami oleh peserta didik.
Jadi pembelajaran remedial adalah pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan pada KD tertentu, menggunakan berbagai metode tertentu dan diakhiri dengan penilaian untuk mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar peserta didik.

Selasa, 15 Juli 2014

Inovasi pendidikan tinggi jarak jauh Universitas Terbuka


Indonesia kini sedang giat-giatnya membangun mutu pendidikannya, anggaran pendidikan di naikan sistem dan pola pendidikannya di kaji dan di mutakhirkan, agar sejalan dengan pendidikan-pendidikan yang ada di negara maju, walau tidak melampaui paling tidak, tak terlalu jauh ter tinggal di belakang. Akan tetapi  negara Indonesia yang begitu luas banyak daerah-daerah terpencil nun jauh di belantara, alas, hutan dan lain sebagainya susah sekali mendapatkan pendidikan walaupun ada yang bersekolah  paling-paling hanya sampai di tingkan SMA. oleh karena itu perlu adanya inovasi terbaru agar pendidikan di Indonesia khususnya di daerah yang akses perjalannya sulit agar bisa juga mendapat fasilitas pendidikan sampai dengan perguruan tinggi.

Adalah UT atau Universitas Terbuka telah memberi ruang pendidikan Indonesia menjadi sama rata. dengan mottonya "Membuka Akses Pendidikan Tinggi untuk Semua" UT membuat inovasi sistem pendidikan jarak jauh atau disingkat PJJ, apa itu sistem PJJ sebenarnya sehingga bisa merentangkan sayap pendidikan di Indonesia sampai kepelosok Nusantara Sisitem PJJ merupakan sistem pendidikan yang memiliki daya jangkau luas lintas ruang, waktu, dan sosioekonomi. Sistem PJJ membuka akses terhadap pendidikan bagi siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Melalui berbagai perangkat hukum yang telah dikeluarkan pemerintah, yaitu SK Mendiknas No. 107/U/2001, UU Sisdiknas No. 20/2003, PP 17/2010, dan juga PP 66/2010, sistem PJJ sudah menjadi bagian yang menyatu dalam dunia pendidikan di Indonesia, dan menjadi pilihan bagi masyarakat untuk memperoleh akses terhadap pendidikan, termasuk pendidikan guru dan tenaga kependidikan.

Dalam perjalannya UT menggunakan sistem pendidikan jarak jauh dari mengambil manfaat besar perkembangan media dan teknologi pembelajaran baik melalui internet, TV, Radio dan kantor pos untuk mendistribusikan bahan ajarnya yang dapat menjembatani kebutuhan akan pendidikan secara massal dan luas. Perkembangan teknologi yang pesat memunculkan model pendidikan jarak jauh yang fleksibel dan cerdas, mampu membuka akses pendidikan bagi siapa saja melintasi batas ruang dan waktu, serta mengatasi berbagai kendala sosioekonomis.

Perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikas berbasis internet inilah yang membuat pendidikan di abad 21 ini semakin mudah dilaksanakan, bahkan tidak lagi harus saling tatap mukan melainkan menggunakan media internet.walau begitu UT menjamin pendidikannya bermutu dan dapat di pertanggung jawabkan, bahkan UT telah mendapatkan akreditasi, baik akreditasi nasional maupun internasional. Secara internasional, UT telah memperoleh Akreditasi Internasional dan Sertifikasi Kualitas dari the International Council for Open and Distance Education (ICDE) Standard Agency (ISA), dan UT telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2000 dari Badan Sertifikasi SAI Global dan SGS. Di samping itu, sebagian besar program studi di UT telah mendapatkan akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan TInggi (BAN-PT).

Oleh karena banyak hal di atas Indoneisa kini bisa mencetak sumberdaya manusia sampai berpendidikan starta 1 bahkan lebih jauh lagi dari banyak media ada yang menceritakan mahasiswa UT bahakan ada yang mendapat IPK 4.00 dan dapat bersaing dengan alumni universitas biasa. Oleh karenanya bukan tidak mungkin UT dengan sistem PJJ nya bisa mencetak generasi baru yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.


Minggu, 10 November 2013

apa bedanya model, metode, strategi, pendekatan dan teknik pembelajaran

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Strategi Pembelajaran
Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

Metode Pembelajaran
metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.

Teknik Pembelajaran
Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu
 
model pembelajaran. pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.

H. Agus Maimun. Dosen UIN Malang menulis  Teori pembelajaran adalah fakta, konsep, prinsip, dan prosedur pembelajaran yang telah diuji kebenarannya melalui pendekatan ilmiah (behavioristik, kognitivistik, konstruktivistik, perilaku sosial/social behavior).
Disain pembelajaran adalah upaya untuk merencanakan dan menyusun, melaksanakan proses pembelajaran, dan menilai hasil pembelajaran secara sistematis.

Pendekatan pembelajaran
Pendekatan pembelajaran adalah muatan-muatan etis-paedagogis yang menyertai  kegiatan proses pembelajaran yang berisi religius/spiritual, Rasional/intelektual, Emosional, Fungsional, Keteladanan, Pembiasaan, dan Pengalaman.
Strategi pembelajaran adalah cara-cara tertentu yang digunakan secara sistematis & prosedural dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Contoh  : contextual teaching-learning, Quantum teaching-learning, Active learning, Mastery learning, Discovery-inquiry learning, cooperative Learning dan PAIKEM.
Metode pembelajaran adalah cara-cara yang berbeda untuk mencapai hasil belajar yang berbeda dalam kondisi yang berbeda berdasarkan kompetensi pembelajaran yang telah ditetapkan ( Ceramah, tanya jawab, diskusi, dll ).

Model pembelajaran
Model pembelajaran kerangka konseptual yang melukiskan prosedur secara sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran (dick & carey, weils, benety, dll)

sumber: http://herdy07.wordpress.com/2012/03/17/apa-perbedaannya-model-metode-strategi-pendekatan-dan-teknik-pembelajaran/

Senin, 25 Maret 2013

Praktik Kewarganegaraan Kami Bangsa Indonesia

Apa kabar sahabat  ini dia salah satu model pembelajaran dalam PKn namanya model PKKBI, hampir mirip sih dengan Project citizen, namun ini khusus diperuntukan untuk anak Indonesia. Apa sih model PKKBI berikut reviewnya :

PROFIL UTUH MODEL PKKBI

Model pembelajaran demokrasi dan HAM yang kini dikembangkan di sekolah-sekolah rintisan Ditjen Dikdasmen dan Center for Civic Education Indonesia (CCEI) di seluruh Indonesia adalah model “Praktik-Belajar Kewarganegaraan …Kami Bangsa Indonesia” yang secara pedagogis dan sosial kultural diadaptasi dari “We the People …Project Citizen”. Secara utuh dalam modul ini disajikan profil pedagogis dari model tersebut yang di adaptasi dari Buku Panduan Guru untuk model tersebut yang diterbitkan oleh CCEI bekerjasama dengan Depdiknas (2002).

Kamis, 17 Januari 2013

Kumpulan Judul Skripsi Ilmu Pendidikan dan Sosial

Sahabat pembaca yang budiman, sering sekali dikampus saya dapati para sahabat kebingungan dalam membuat skripsi yang anehnya terkendala pada masalah judul, kenapa saya bilang aneh ya kata pak dosen dulu sih kalau mau buat skripsi cari situasi yang update, masalah yang ada dalam lingkungan masyarakat apa masalahy kemudain baru judulnya, lha ini masalah aja belum nemu eh udah nyari-nyari judul hehehe, tapi ga papa yang namanya orang kan pemikirannya berbeda-beda. nah untuk membantu sahabat dalam mencari cudul yang pas saya kasih deh refrensi judul-judul, ingat ya cuma refrensi selanjutnya ya sahabat kembangkan sendiri ok lihat saja dibawah ini :

Kamis, 22 November 2012

Pengertian teori belajar dan teori pembelajaran menurut para ahli

 A. Teori Belajar

1. B.F. Skiner

Skinner menyatakan bahwa belajar merupakan “Tingkah laku sebagai hubungan antara perangsang (S) dan respon (R)” yang terkenal dengan teorinya yaitu Operant Conditioning Theory. Ada dua macam respon dalam kegiatan belajar Respondent response reflexive respons, bersifat spontan atau dilakukan secara reflek, diluar kemampuan seseorang. Dalam situasi yang demikiasn seseorang cukup belajar dengan stimulus yang diberikan dan ia akan memberikan respons yang sepadan dengan stimuli yang datang. Operant Response (Instrumental Response), respon yang timbul dan berkembangnya dikuti oleh perangsan-perangsang tertentu. Perangsang yang demikian disebut dengan reinforcing stimuli atau reinforcer, karena perangsang ini memperkuan respons yang telah dilakukan oleh organisme. Prosedur pembentukan tingkah laku dalam operant response secara sederhana adalah sebagai berikut :

Jumat, 16 November 2012

PEMBELAJARAN REMEDIAL

Sahabat pembaca yang budiman dibawah ini adalah pengertian dari pembelajaran remedial, filenya nemu di arsip D komputer saya tapi saya lupa downloadnya kalo ada teman yang tahu refrensi download file ini silahkan dikomen saja.

Senin, 07 Mei 2012

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN REMEDIAL PADA MATA PELAJARAN PKn DI KELAS X-6 SMA AL-AZHAR 03 BANDAR LAMPUNG SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2011/2012

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah
Pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia dan secara terus-menerus menjadi suatu proses yang dialami baik secara langsung maupun tidak langsung dilalui sepanjang hidup manusia. Pendidikan merupakan sesuatu yang mutlak yang menjadi dasar dalam perubahan tingkah laku menuju kedewasaan. Seorang anak yang tumbuh dewasa, secara otomatis pemikirannya pun akan menjadi lebih bijak dan penuh pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, jika dalam pertumbuhan menuju kedewasaannya diimbangi dengan pendidikan yang baik. Jadi pendidikan dapat dimaknai sebagai proses mengubah tingkah laku anak didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan sekitar dimana individu itu berada.

Kamis, 09 Juni 2011

Perkiraan Materi Uas Strategi pembelajaran no download

Perkiraan Materi Uas Strategi pembelajaran ====>

BAGIAN PERTAMA
KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN PKn
PENGERTIAN
1. (Istlh Militer) = upaya memilih, menyusun, memobilitasikan segala cara, sarana  dan tenaga untuk mencapai sasaran
2. (Istlh pendd) = upaya guru memilih, menyusun, dan mengorganisasikan rangkaian kegiatan pembelajaran secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran .

Jumat, 27 Mei 2011

Pembelajaran PAIKEM



Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas, sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran.


Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan.

Jumat, 20 Mei 2011

MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE

Salah satu model yang saat ini populer dalam pembelajaran adalah Model Pembelajaran Picture and Picture ini merupakan salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sistematis mengembangkan interaksi yang saling asah, silih asih, dan silih asuh. Model pembelajaran Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis.

Kamis, 19 Mei 2011

Model Pembelajaran SQ4R (Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review)

(Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review)
SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review)
Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa, yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat, dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci, Question dengan membuat pertanyaan (mengapa, bagaimana, darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar), Read dengan membaca teks dan cari jawabannya, Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (catat-bahas bersama), dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh
SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect, yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan.

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED INTRODUCTION)

Sejarah Metode Pembelajaran Berbasis Masalah
Pembelajaran Berbasis Masalah dirintis dalam ilmu kesehatan di McMaster University di Kanada pada tahun 1960-an yang diresmikan pada tahun 1968. (Neufeld & Barrows, 1974), karena siswa tidak mampu menerapkan sejumlah besar mereka pengetahuan ilmiah dasar untuk situasi klinis. Tak lama kemudian, tiga sekolah medis lain - University of Limburg di Maastricht (Belanda), University of Newcastle (Australia), dan University of New Mexico (Amerika) mengambil McMaster model pembelajaran berbasis masalah. (diadopsi oleh lain program-program sekolah kedokteran (Barrows, 1996) dan juga telah diadaptasi untuk instruksi sarjana (Boud dan Feletti, 1997; Duch et al, 2001. ; Amador et al, 2006))

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS)

Di era globalisasi saat ini menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas. Kualitas sumber daya manusia ini hanya dapat diperoleh dari proses belajar yaitu melalui pendidikan. Pendidikan dewasa ini bukan hanya untuk memenuhi target kurikulum semata, namun menuntut adanya pemahaman kepada peserta didik. Pemahaman yang dimaksud bukanlah pemahaman dalam arti sempit yaitu menghafal materi pelajaran, namun pemahaman dalam arti luas yaitu lebih cenderung menekankan pada kegiatan proses pembelajaran yang meliputi menemukan konsep, mencari dan lain sebagainya serta peserta didik dituntut untuk dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun sayangnya, praktek pembelajaran yang demikian masih belum diterapkan secara keseluruhan, sehingga tujuan dan hasil pendidikan belum sesuai dari apa yang diharapkan.

Pengertian Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining

Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining merupakan model pembelajaran dimana siswa/peserta didik belajar mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta didik lainnya. Model pembelajaran ini efektif untuk melatih siswa berbicara untuk menyampaikan ide/gagasan atau pendapatnya sendiri.
Model pembelajaran ini akan relevan apabila siswa secara aktif ikut serta dalam merancang materi pembelajaran yang akan dipresentasikan. Untuk itu pembelajaran pada apresiasi drama akan lebih sesuai dikarenakan siswa secara aktif ikut serta baik itu dalam kegiatan apresiasi maupun bisa berupa ekspresi sastra sebagai pelakunya.

Ad Placement

kelas

civic

ppkn