Guru Pancasila: Strategi Pendidikan
Tampilkan postingan dengan label Strategi Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Strategi Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Agustus 2026

Siap Mengajar Tanpa Ribet! Download Modul Ajar PJOK MTs Kelas 7 Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Lengkap



Bapak/Ibu Guru PJOK di seluruh Indonesia, apakah Anda sering kehabisan waktu hanya untuk menyusun perangkat pembelajaran dari nol? Sekarang Anda bisa fokus mengajar dan mendampingi siswa dengan lebih maksimal!

Telah hadir Modul Ajar PJOK MTs Kelas 7 (Kurikulum Berbasis Cinta / KBC) untuk Semester 1 & 2 (1 Tahun Ajaran Penuh). Disusun secara profesional, praktis, dan siap pakai sesuai dengan Capaian Pembelajaran terbaru.

🌟 Apa Saja yang Akan Bapak/Ibu Dapatkan?

Satu paket lengkap dokumen administrasi mengajar yang siap digunakan:

  • Modul PJOK KBC (Kurikulum Berbasis Cinta)

  • Program Tahunan (Prota) & Program Semester (Promes)

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  • Capaian Pembelajaran (CP 046) & Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  • Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

  • Buku Panduan PDF (E-Book)

💡 Keunggulan Modul Ini:

  1. Format File Edit (Word / .docx): Sangat mudah disesuaikan dengan kebutuhan sekolah atau nama madrasah Bapak/Ibu.

  2. Dilengkapi Format PDF: Praktis untuk langsung dicetak atau dibaca di smartphone/tablet.

  3. Panduan Praktis & Siap Pakai: Menghemat jam kerja administrasi Anda hingga puluhan jam!

  4. Disusun oleh Guru Profesional: Menjamin kualitas materi sesuai dengan standar "Madrasah Hebat dan Bermartabat".

📌 Dapatkan Perangkat Pembelajaran PJOK Kelas 7 Sekarang!


DOWNLOAD DISINI

Jangan biarkan administrasi menyita waktu berharga Anda bersama siswa.

Senin, 10 Februari 2025

Pentingnya Menulis untuk Kecerdasan Pikiran: Tinjauan Berdasarkan Riset dan Penelitian Ahli



Menulis telah lama dianggap sebagai salah satu alat utama dalam pengembangan intelektual dan ekspresi diri. Aktivitas menulis tidak hanya berfungsi sebagai medium komunikasi, tetapi juga sebagai proses kognitif yang kompleks. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa kegiatan menulis dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memori, dan kreativitas. Esai ini akan mengulas beberapa temuan penelitian yang mendukung pentingnya menulis dalam meningkatkan kecerdasan pikiran.

1. Menulis sebagai Proses Kognitif yang Kompleks

Aktivitas menulis melibatkan sejumlah proses kognitif seperti perencanaan, pemilihan kata, pengorganisasian ide, dan evaluasi kembali tulisan. Flower dan Hayes (1981) dalam teori proses kognitif penulisan menjelaskan bahwa menulis adalah sebuah kegiatan yang kompleks karena melibatkan kerja memori, perhatian, serta proses metakognitif. Menurut penelitian mereka, proses perencanaan dan revisi yang dilakukan saat menulis berperan penting dalam mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis. Dengan demikian, menulis tidak hanya melatih keterampilan bahasa, tetapi juga meningkatkan fungsi eksekutif otak.

2. Menulis dan Konsolidasi Memori

Menulis memiliki peran penting dalam membantu otak mengkonsolidasikan informasi. Kellogg (2008) menekankan bahwa proses menulis dapat memperkuat ingatan dengan mengharuskan penulis untuk menyusun dan merefleksikan ide-ide yang telah dipelajari. Dengan menuangkan informasi ke dalam bentuk tulisan, seseorang lebih cenderung memahami dan menginternalisasi pengetahuan tersebut. Hal ini sejalan dengan konsep “writing-to-learn” yang menyatakan bahwa menulis merupakan salah satu strategi efektif dalam pembelajaran, karena dapat membantu mengorganisir dan menyederhanakan informasi kompleks.

3. Menulis Ekspresif untuk Kesehatan Mental dan Kognisi

Tidak hanya berperan dalam aspek akademis dan kognitif, menulis juga terbukti memiliki dampak positif terhadap kesehatan mental. Penelitian oleh Pennebaker dan rekan-rekannya (1986, 1997) menunjukkan bahwa menulis tentang pengalaman emosional, terutama pengalaman traumatis atau sulit, dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan psikologis. Dengan demikian, kegiatan menulis ekspresif dapat membantu individu mengatasi hambatan emosional yang pada gilirannya mendukung fungsi kognitif. Kesehatan mental yang baik sangat penting untuk kinerja kognitif, karena stres dan emosi negatif diketahui dapat mengganggu proses berpikir yang optimal.

4. Menulis sebagai Sarana Pengembangan Kreativitas dan Pemecahan Masalah

Menulis juga merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kreativitas. Dengan menulis, seseorang didorong untuk mengeksplorasi ide-ide baru dan mencari cara-cara inovatif dalam menyampaikan gagasan. Proses ini melibatkan pemecahan masalah secara kreatif dan logis, yang merupakan aspek penting dari kecerdasan intelektual. Beberapa penelitian, seperti yang dilakukan oleh King (2001), menemukan bahwa menulis tentang tujuan hidup dan impian dapat memotivasi individu untuk menetapkan sasaran yang lebih tinggi dan mengembangkan strategi untuk mencapainya. Aktivitas tersebut merangsang kemampuan otak dalam mengintegrasikan informasi serta merancang solusi secara sistematis.

5. Implikasi dalam Dunia Pendidikan dan Pengembangan Diri

Dalam konteks pendidikan, penggunaan menulis sebagai alat bantu belajar telah mendapatkan banyak perhatian. Graham dan Perin (2007) mengungkapkan bahwa latihan menulis secara teratur dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analisis siswa. Implementasi teknik “writing-to-learn” dalam kurikulum pendidikan telah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep-konsep abstrak dan mendorong diskusi yang lebih mendalam. Selain itu, menulis jurnal atau catatan harian dapat menjadi media refleksi diri yang mendukung perkembangan pribadi dan kecerdasan emosional.

Kesimpulan

Berdasarkan tinjauan beberapa penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa menulis memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kecerdasan pikiran. Aktivitas menulis tidak hanya melatih keterampilan bahasa, tetapi juga mengasah fungsi kognitif seperti memori, perhatian, dan pemecahan masalah. Menulis ekspresif juga memberikan manfaat bagi kesehatan mental, yang secara tidak langsung mendukung kinerja kognitif yang optimal. Oleh karena itu, mendorong kegiatan menulis sejak dini, baik dalam konteks pendidikan maupun pengembangan diri, merupakan langkah strategis untuk membentuk individu yang lebih kreatif, kritis, dan resilien.

Referensi

  1. Flower, L., & Hayes, J. R. (1981). A cognitive process theory of writing. College Composition and Communication, 32(4), 365-387.
  2. Kellogg, R. T. (2008). Training writing skills: A cognitive process theory perspective. Journal of Writing Research, 1(1), 1-26.
  3. Pennebaker, J. W., & Beall, S. K. (1986). Confronting a traumatic event: Toward an understanding of inhibition and disease. Journal of Abnormal Psychology, 95(3), 274-281.
  4. Pennebaker, J. W. (1997). Writing about emotional experiences as a therapeutic process. Psychological Science, 8(3), 162-166.
  5. Graham, S., & Perin, D. (2007). Writing next: Effective strategies to improve writing of adolescents in middle and high schools. Alliance for Excellent Education.
  6. King, L. A. (2001). The health benefits of writing about life goals. Personality and Social Psychology Bulletin, 27(7), 798-807.

Mengoptimalkan Proses Belajar melalui Pendekatan Mendengarkan dan Menuliskan

 



Belajar adalah proses yang kompleks dan setiap individu memiliki gaya belajar yang berbeda. Salah satu metode yang efektif dan sering diaplikasikan dalam berbagai situasi pendidikan adalah dengan menggabungkan pendengaran aktif dan penulisan. Metode ini tidak hanya membantu dalam memahami materi dengan lebih baik, tetapi juga meningkatkan kemampuan mengingat dan menerapkan informasi yang dipelajari. Artikel berikut akan membahas lebih dalam mengenai proses belajar berorientasi dengan mendengarkan dan menuliskan, serta manfaat dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.


1. Pendekatan Mendengarkan dan Menuliskan

Mendengarkan Secara Aktif

Mendengarkan aktif bukan hanya sekadar mendengar apa yang disampaikan oleh guru, dosen, atau pembicara, tetapi juga melibatkan perhatian penuh, pemahaman konteks, dan interpretasi dari informasi yang diterima. Dengan mendengarkan aktif, Anda:

  • Mengidentifikasi ide utama: Menangkap poin-poin penting dari materi.
  • Memahami konteks: Menyaring informasi dengan latar belakang dan tujuan penyampaian.
  • Menyusun pertanyaan: Mengkritisi dan mempertanyakan informasi yang didengar untuk memperdalam pemahaman.

Menuliskan Catatan

Menuliskan catatan adalah langkah lanjutan yang membantu mengkonkretkan informasi yang didengar. Proses menuliskan dapat meliputi:

  • Pencatatan langsung: Menulis poin-poin penting saat mendengarkan.
  • Penulisan ulang: Merefleksikan dan menyusun ulang catatan setelah sesi belajar.
  • Penggunaan teknik visual: Seperti mind mapping, diagram, atau bullet points untuk mempermudah pemahaman dan pengingatan.

2. Manfaat Pendekatan Mendengarkan dan Menuliskan

Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus

Menggabungkan mendengarkan aktif dengan menuliskan catatan membantu Anda untuk tetap fokus. Proses pencatatan mendorong pikiran agar tidak melantur dan tetap terkonsentrasi pada materi yang sedang disampaikan.

Memperdalam Pemahaman

Ketika Anda menuliskan informasi, Anda tidak hanya merekam kata-kata, tetapi juga mengolah dan menyusun ulang informasi tersebut dalam kata-kata Anda sendiri. Hal ini membantu:

  • Memahami konsep secara mendalam: Informasi yang ditulis ulang cenderung lebih mudah dipahami dan diingat.
  • Membangun koneksi antar ide: Mengaitkan konsep baru dengan pengetahuan yang sudah ada.

Meningkatkan Retensi Memori

Penelitian menunjukkan bahwa tindakan menuliskan catatan dapat memperkuat daya ingat karena melibatkan lebih dari satu indera (pendengaran dan kinestetik). Proses ini membantu:

  • Memperkuat jejak memori: Dengan menuliskan, informasi akan tersimpan lebih kuat dalam memori jangka panjang.
  • Mempermudah proses revisi: Catatan yang terstruktur memudahkan untuk di-review dan diingat kembali di kemudian hari.

Memfasilitasi Pembelajaran Mandiri

Catatan yang telah disusun dengan baik menjadi referensi berharga saat belajar mandiri. Anda bisa:

  • Mereview kembali materi: Menggunakan catatan untuk persiapan ujian atau diskusi lebih lanjut.
  • Mengevaluasi pemahaman: Dengan membaca ulang catatan, Anda bisa mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

3. Kegunaan dalam Berbagai Konteks

Pendidikan Formal

Di lingkungan sekolah atau perguruan tinggi, kombinasi mendengarkan aktif dan pencatatan sangat penting. Metode ini membantu:

  • Mengikuti perkuliahan dengan efektif: Memungkinkan mahasiswa untuk menangkap informasi dari dosen dan mengolahnya secara mendalam.
  • Mempersiapkan ujian: Catatan yang lengkap dan terstruktur memudahkan proses belajar ulang.

Pelatihan Profesional dan Workshop

Dalam konteks pelatihan di tempat kerja atau seminar, metode ini berguna untuk:

  • Menyerap materi presentasi: Membantu peserta untuk menangkap informasi yang disampaikan dalam sesi singkat.
  • Menyusun rencana tindak lanjut: Catatan yang dibuat dapat digunakan untuk merancang langkah-langkah implementasi dalam pekerjaan.

Pembelajaran Sehari-hari

Teknik mendengarkan dan menuliskan juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

  • Mencatat ide dan inspirasi: Saat mendapatkan ide baru dari percakapan atau diskusi.
  • Mengelola informasi penting: Seperti saat menghadiri rapat atau presentasi di kantor.

4. Tips Menerapkan Metode Ini Secara Efektif

  1. Siapkan Alat yang Tepat: Gunakan notebook, pena, atau aplikasi digital yang sesuai dengan preferensi Anda.
  2. Buat Lingkungan yang Kondusif: Pastikan area belajar bebas dari gangguan agar bisa fokus mendengarkan dan menuliskan.
  3. Gunakan Teknik Pencatatan yang Sesuai: Cobalah teknik seperti bullet points, mind mapping, atau Cornell Notes untuk menemukan metode yang paling sesuai dengan gaya belajar Anda.
  4. Review Catatan Secara Berkala: Luangkan waktu untuk membaca kembali catatan dan menambahkan insight atau klarifikasi jika diperlukan.
  5. Berlatih Mendengarkan Aktif: Latih diri untuk tidak hanya mendengar tetapi juga menganalisis dan menanyakan informasi yang Anda terima.

Kesimpulan

Pendekatan belajar dengan mendengarkan dan menuliskan merupakan strategi efektif yang dapat meningkatkan pemahaman, konsentrasi, dan retensi informasi. Dengan mendengarkan secara aktif, Anda dapat menangkap ide-ide utama dan memahami konteks materi, sementara menuliskan catatan membantu mengolah informasi secara mendalam dan membuatnya mudah diingat. Baik dalam pendidikan formal, pelatihan profesional, maupun dalam kehidupan sehari-hari, metode ini memiliki manfaat yang signifikan. Jadi, cobalah terapkan teknik ini dalam proses belajar Anda dan rasakan perbedaannya!

Rabu, 15 Maret 2017

Pengertian Pembelajaran Remidial




Pembelajaran remedial pada hakikatnya merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan. Untuk memahami konsep penyelenggaraan model pembelajaran remedial, terlebih dahulu perlu diperhatikan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diberlakukan berdasarkan Permendiknas 22, 23, 24 Tahun 2006 dan Permendiknas No. 6 Tahun 2007 menerapkan sistem pembelajaran berbasis kompetensi, sistem belajar tuntas, dan sistem pembelajaran yang memperhatikan perbedaan individual peserta didik. Sistem dimaksud ditandai dengan dirumuskannya secara jelas standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai peserta didik. Penguasaan SK dan KD setiap peserta didik diukur menggunakan sistem penilaian acuan kriteria. Jika seorang peserta didik mencapai standar tertentu maka peserta didik dinyatakan telah mencapai ketuntasan.

Pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, dimulai dari penilaian kemampuan awal peserta didik terhadap kompetensi atau materi yang akan dipelajari. Kemudian dilaksanakan pembelajaran menggunakan berbagai metode seperti ceramah, demonstrasi, pembelajaran kolaboratif/kooperatif, inkuiri, diskoveri, dan sebagainya. Melengkapi metode pembelajaran digunakan juga berbagai media seperti media audio, video, dan audiovisual dalam berbagai format, mulai dari kaset audio, slide, video, komputer, multimedia, dan sebagainya. Di tengah pelaksanaan pembelajaran atau pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung, diadakan penilaian proses menggunakan berbagai teknik dan instrumen dengan tujuan untuk mengetahui kemajuan belajar serta seberapa jauh penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah atau sedang dipelajari. Pada akhir program pembelajaran, diadakan penilaian yang lebih formal berupa ulangan harian. Ulangan harian dimaksudkan untuk menentukan tingkat pencapaian belajar peserta didik, apakah seorang peserta didik gagal atau berhasil mencapai tingkat penguasaan tertentu yang telah dirumuskan pada saat pembelajaran direncanakan.

Apabila dijumpai adanya peserta didik yang belum mencapai penguasaan kompetensi yang telah ditentukan, maka muncul permasalahan mengenai apa yang harus dilakukan oleh guru. Salah satu tindakan yang diperlukan adalah pemberian program pembelajaran remedial atau perbaikan. Dengan kata lain, remedial diperlukan bagi peserta didik yang belum mencapai kemampuan minimal yang ditetapkan atau kriteria ketuntasan minimal (KKM) dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Pemberian program pembelajaran remedial didasarkan atas latar belakang bahwa pendidik perlu memperhatikan perbedaan individual peserta didik. Diagnosis kesulitan belajar peserta didik dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:

a.    Kesulitan ringan, contohnya siswa kurang perhatian saat mengikuti pelajaran.
b.    Kesulitan sedang, contohnya masalah eksternal dari peserta didik mempengaruhi belajarnya (keluarga, teman dan lain-lain).
c.    Kesulitan berat, contohnya ketunaan yang dialami oleh peserta didik.
Jadi pembelajaran remedial adalah pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan pada KD tertentu, menggunakan berbagai metode tertentu dan diakhiri dengan penilaian untuk mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar peserta didik.

Selasa, 15 Juli 2014

Inovasi pendidikan tinggi jarak jauh Universitas Terbuka


Indonesia kini sedang giat-giatnya membangun mutu pendidikannya, anggaran pendidikan di naikan sistem dan pola pendidikannya di kaji dan di mutakhirkan, agar sejalan dengan pendidikan-pendidikan yang ada di negara maju, walau tidak melampaui paling tidak, tak terlalu jauh ter tinggal di belakang. Akan tetapi  negara Indonesia yang begitu luas banyak daerah-daerah terpencil nun jauh di belantara, alas, hutan dan lain sebagainya susah sekali mendapatkan pendidikan walaupun ada yang bersekolah  paling-paling hanya sampai di tingkan SMA. oleh karena itu perlu adanya inovasi terbaru agar pendidikan di Indonesia khususnya di daerah yang akses perjalannya sulit agar bisa juga mendapat fasilitas pendidikan sampai dengan perguruan tinggi.

Adalah UT atau Universitas Terbuka telah memberi ruang pendidikan Indonesia menjadi sama rata. dengan mottonya "Membuka Akses Pendidikan Tinggi untuk Semua" UT membuat inovasi sistem pendidikan jarak jauh atau disingkat PJJ, apa itu sistem PJJ sebenarnya sehingga bisa merentangkan sayap pendidikan di Indonesia sampai kepelosok Nusantara Sisitem PJJ merupakan sistem pendidikan yang memiliki daya jangkau luas lintas ruang, waktu, dan sosioekonomi. Sistem PJJ membuka akses terhadap pendidikan bagi siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Melalui berbagai perangkat hukum yang telah dikeluarkan pemerintah, yaitu SK Mendiknas No. 107/U/2001, UU Sisdiknas No. 20/2003, PP 17/2010, dan juga PP 66/2010, sistem PJJ sudah menjadi bagian yang menyatu dalam dunia pendidikan di Indonesia, dan menjadi pilihan bagi masyarakat untuk memperoleh akses terhadap pendidikan, termasuk pendidikan guru dan tenaga kependidikan.

Dalam perjalannya UT menggunakan sistem pendidikan jarak jauh dari mengambil manfaat besar perkembangan media dan teknologi pembelajaran baik melalui internet, TV, Radio dan kantor pos untuk mendistribusikan bahan ajarnya yang dapat menjembatani kebutuhan akan pendidikan secara massal dan luas. Perkembangan teknologi yang pesat memunculkan model pendidikan jarak jauh yang fleksibel dan cerdas, mampu membuka akses pendidikan bagi siapa saja melintasi batas ruang dan waktu, serta mengatasi berbagai kendala sosioekonomis.

Perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikas berbasis internet inilah yang membuat pendidikan di abad 21 ini semakin mudah dilaksanakan, bahkan tidak lagi harus saling tatap mukan melainkan menggunakan media internet.walau begitu UT menjamin pendidikannya bermutu dan dapat di pertanggung jawabkan, bahkan UT telah mendapatkan akreditasi, baik akreditasi nasional maupun internasional. Secara internasional, UT telah memperoleh Akreditasi Internasional dan Sertifikasi Kualitas dari the International Council for Open and Distance Education (ICDE) Standard Agency (ISA), dan UT telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2000 dari Badan Sertifikasi SAI Global dan SGS. Di samping itu, sebagian besar program studi di UT telah mendapatkan akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan TInggi (BAN-PT).

Oleh karena banyak hal di atas Indoneisa kini bisa mencetak sumberdaya manusia sampai berpendidikan starta 1 bahkan lebih jauh lagi dari banyak media ada yang menceritakan mahasiswa UT bahakan ada yang mendapat IPK 4.00 dan dapat bersaing dengan alumni universitas biasa. Oleh karenanya bukan tidak mungkin UT dengan sistem PJJ nya bisa mencetak generasi baru yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.


Minggu, 10 November 2013

apa bedanya model, metode, strategi, pendekatan dan teknik pembelajaran

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Strategi Pembelajaran
Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

Metode Pembelajaran
metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.

Teknik Pembelajaran
Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu
 
model pembelajaran. pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.

H. Agus Maimun. Dosen UIN Malang menulis  Teori pembelajaran adalah fakta, konsep, prinsip, dan prosedur pembelajaran yang telah diuji kebenarannya melalui pendekatan ilmiah (behavioristik, kognitivistik, konstruktivistik, perilaku sosial/social behavior).
Disain pembelajaran adalah upaya untuk merencanakan dan menyusun, melaksanakan proses pembelajaran, dan menilai hasil pembelajaran secara sistematis.

Pendekatan pembelajaran
Pendekatan pembelajaran adalah muatan-muatan etis-paedagogis yang menyertai  kegiatan proses pembelajaran yang berisi religius/spiritual, Rasional/intelektual, Emosional, Fungsional, Keteladanan, Pembiasaan, dan Pengalaman.
Strategi pembelajaran adalah cara-cara tertentu yang digunakan secara sistematis & prosedural dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Contoh  : contextual teaching-learning, Quantum teaching-learning, Active learning, Mastery learning, Discovery-inquiry learning, cooperative Learning dan PAIKEM.
Metode pembelajaran adalah cara-cara yang berbeda untuk mencapai hasil belajar yang berbeda dalam kondisi yang berbeda berdasarkan kompetensi pembelajaran yang telah ditetapkan ( Ceramah, tanya jawab, diskusi, dll ).

Model pembelajaran
Model pembelajaran kerangka konseptual yang melukiskan prosedur secara sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran (dick & carey, weils, benety, dll)

sumber: http://herdy07.wordpress.com/2012/03/17/apa-perbedaannya-model-metode-strategi-pendekatan-dan-teknik-pembelajaran/

Senin, 25 Maret 2013

Praktik Kewarganegaraan Kami Bangsa Indonesia

Apa kabar sahabat  ini dia salah satu model pembelajaran dalam PKn namanya model PKKBI, hampir mirip sih dengan Project citizen, namun ini khusus diperuntukan untuk anak Indonesia. Apa sih model PKKBI berikut reviewnya :

PROFIL UTUH MODEL PKKBI

Model pembelajaran demokrasi dan HAM yang kini dikembangkan di sekolah-sekolah rintisan Ditjen Dikdasmen dan Center for Civic Education Indonesia (CCEI) di seluruh Indonesia adalah model “Praktik-Belajar Kewarganegaraan …Kami Bangsa Indonesia” yang secara pedagogis dan sosial kultural diadaptasi dari “We the People …Project Citizen”. Secara utuh dalam modul ini disajikan profil pedagogis dari model tersebut yang di adaptasi dari Buku Panduan Guru untuk model tersebut yang diterbitkan oleh CCEI bekerjasama dengan Depdiknas (2002).

Kamis, 17 Januari 2013

Kumpulan Judul Skripsi Ilmu Pendidikan dan Sosial

Sahabat pembaca yang budiman, sering sekali dikampus saya dapati para sahabat kebingungan dalam membuat skripsi yang anehnya terkendala pada masalah judul, kenapa saya bilang aneh ya kata pak dosen dulu sih kalau mau buat skripsi cari situasi yang update, masalah yang ada dalam lingkungan masyarakat apa masalahy kemudain baru judulnya, lha ini masalah aja belum nemu eh udah nyari-nyari judul hehehe, tapi ga papa yang namanya orang kan pemikirannya berbeda-beda. nah untuk membantu sahabat dalam mencari cudul yang pas saya kasih deh refrensi judul-judul, ingat ya cuma refrensi selanjutnya ya sahabat kembangkan sendiri ok lihat saja dibawah ini :

Kamis, 22 November 2012

Pengertian teori belajar dan teori pembelajaran menurut para ahli

 A. Teori Belajar

1. B.F. Skiner

Skinner menyatakan bahwa belajar merupakan “Tingkah laku sebagai hubungan antara perangsang (S) dan respon (R)” yang terkenal dengan teorinya yaitu Operant Conditioning Theory. Ada dua macam respon dalam kegiatan belajar Respondent response reflexive respons, bersifat spontan atau dilakukan secara reflek, diluar kemampuan seseorang. Dalam situasi yang demikiasn seseorang cukup belajar dengan stimulus yang diberikan dan ia akan memberikan respons yang sepadan dengan stimuli yang datang. Operant Response (Instrumental Response), respon yang timbul dan berkembangnya dikuti oleh perangsan-perangsang tertentu. Perangsang yang demikian disebut dengan reinforcing stimuli atau reinforcer, karena perangsang ini memperkuan respons yang telah dilakukan oleh organisme. Prosedur pembentukan tingkah laku dalam operant response secara sederhana adalah sebagai berikut :

Jumat, 16 November 2012

PEMBELAJARAN REMEDIAL

Sahabat pembaca yang budiman dibawah ini adalah pengertian dari pembelajaran remedial, filenya nemu di arsip D komputer saya tapi saya lupa downloadnya kalo ada teman yang tahu refrensi download file ini silahkan dikomen saja.

Senin, 07 Mei 2012

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN REMEDIAL PADA MATA PELAJARAN PKn DI KELAS X-6 SMA AL-AZHAR 03 BANDAR LAMPUNG SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2011/2012

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah
Pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia dan secara terus-menerus menjadi suatu proses yang dialami baik secara langsung maupun tidak langsung dilalui sepanjang hidup manusia. Pendidikan merupakan sesuatu yang mutlak yang menjadi dasar dalam perubahan tingkah laku menuju kedewasaan. Seorang anak yang tumbuh dewasa, secara otomatis pemikirannya pun akan menjadi lebih bijak dan penuh pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, jika dalam pertumbuhan menuju kedewasaannya diimbangi dengan pendidikan yang baik. Jadi pendidikan dapat dimaknai sebagai proses mengubah tingkah laku anak didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan sekitar dimana individu itu berada.

Kamis, 09 Juni 2011

Perkiraan Materi Uas Strategi pembelajaran no download

Perkiraan Materi Uas Strategi pembelajaran ====>

BAGIAN PERTAMA
KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN PKn
PENGERTIAN
1. (Istlh Militer) = upaya memilih, menyusun, memobilitasikan segala cara, sarana  dan tenaga untuk mencapai sasaran
2. (Istlh pendd) = upaya guru memilih, menyusun, dan mengorganisasikan rangkaian kegiatan pembelajaran secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran .

Ad Placement

kelas

civic

ppkn