Guru Pancasila: karakter
Tampilkan postingan dengan label karakter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karakter. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Maret 2019

Peran penting Orangtua terhadap keberhasilan pendidikan anak



Negara Finlandia di Eropa Utara sejak tahun 2000 selalu diunggulkan sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Di balik sistem pendidikan dan kurikulum yang sangat mendukung tumbuh kembang anak sehingga segala potensinya terasah dan terungkap, ternyata peranan orang tua juga sangat kuat. Di negara yang kerap menjadi sasaran studi banding beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia itu, kemitraan orang tua dan guru sudah terbentuk secara konsep dan aksi, bahkan bisa dikatakan, terjalinnya persahabatan antara guru dan orang tua dalam hal mendidik anak.

Salah satu bentuk konkritnya, adalah paradigma atau pemahaman orang tua tentang guru di Finlandia yang perlu dipikirkan orang tua di Indonesia. Dikutip dari laman resmi Sahabat Keluarga Kemendikbud berikut 6 pemhaman orangtua Finlandia terhadap guru dan sekolah dalam bermitra: 

1. Menghormati guru 

Orangtua di Finlandia sangat menghormati guru dan sekolah. Mereka menempatkan guru sebagai "orangtua kedua" dan sekolah merupakan "rumah kedua". 

2. Memahami profesi 

Orangtua di Finlandia memahami bahwa pekerjaan mengajar adalah pekerjaan yang sangat kompleks dan penuh dinamika sehingga perlu didukung dalam semua aspek. 

3. Mendukung bukan menyalahkan 

Olehkarena itu apabila guru mengalami kesulitan mengajar kepada seorang siswa, orangtua akan membantu semaksimal mungkin dan bukan menyalahkan gurunya. 

4. "Pahlawan" kesuksesan 

Orangtua menganggap guru adalah pahlawan kesuksesan bagi anak-anak mereka. Yang sering terlihat di rumah-rumah, banyak siswa menghias dan memajang foto guru di kamarnya, bahkan dengan tambahan kalimat "You are my inspiration", tidak ada istilah "guru killer" 

5. Pemahaman awal yang baik 

ada awal anak masuk sekolah guru akan menjelaskan kepada orangtua dan anak bahwa sekolah bukan tempat menyeramkan yang menyebabkan tekanan batin, dan ketegangan. Dengan seluruh daya dan upaya, para guru berusaha memahami kondisi intelektual dan emosi siswa bahkan sampai ke hal-hal yang kecil; 

6. Kritik dengan santun 

Orangtua di Finlandia menyampaikan kritik kepada sekolah dengan cara yang santun. Mereka memahami bahwa pekerjaan mengajar bukanlah pekerjaan yang ringan. Guru senang menerima kritik sebab menjadi saran yang sangat membantu dalam menyelesaikan permasalahan belajar anak-anak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Orangtua Turut Jadi Kunci Keberhasilan Pendidikan Finlandia ", https://edukasi.kompas.com/read/2019/03/20/20103471/orangtua-turut-jadi-kunci-keberhasilan-pendidikan-finlandia.
Penulis : Yohanes Enggar Harususilo
Editor : Yohanes Enggar Harususilo

Mengasah Minat dan Bakat Siswa



Tugas sekolah bukan mencari kekurangan siswa, melainkan mencari kelebihan mereka, agar kompetensi anak tergali di sekolah,” tuturnya. Aam mengatakan, peningkatan minat dan bakat di sekolah sesuai dengan amanat kurikulum diterapkan saat ini, yakni tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi siswa di bidang kognitif, namun juga di bidang lainnya, yaitu afektif dan psikomotorik.

peningkatan minat dan bakat di sekolah sesuai dengan amanat kurikulum diterapkan saat ini, yakni tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi siswa di bidang kognitif, namun juga di bidang lainnya, yaitu afektif dan psikomotorik.

Memberi ruang siswa berkembang

 “ Siswa yang ahli main futsal enggak perlu dipaksa pintar fisika. Peran kita kan mengembangkan mereka, jadi kita beri ruang bagi siswa untuk berkembang di bidang yang mereka minati,” paparnya. Selain itu, Aam pun menjelaskan bahwa definisi dari ‘sekolah juara’ bukan hanya menjadikan siswa bergemilang prestadi dan medali, melainkan upaya untuk menjadikan siswa memiliki kebiasaan atau karakter juara. “Bukan hanya tentang akademik, tapi bagaimana siswa mampu juara di kehidupannya melalui karakter, seperti pantang menyerah, berusaha keras, dan lainnya. Kalau medali itu hanya tambahan saja,” imbuhnya.

Belajar keberhasilan Finlandia 

Dilansir dari laporan Big Think yang dipublikasikan World Economic Forum (WEF), sistem pendidikan Finlandia dapat berfungsi dengan baik karena strukturnya ditopang oleh beberapa prinsip utama: pertama dan terpenting akses yang sama terhadap pendidikan dan siswa diberi kebebasan memilih jalur edukatif mereka berdasarkan minat dan bakat. Pendidikan menengah atas Setelah pendidikan dasar, siswa dapat memilih melanjutkan ke pendidikan menengah atas. Meskipun tidak wajib, 90 persen siswa memulai studi menengah atas segera setelah sekolah dasar. Sebanyak 10 persen lainnya dapat memilih untuk kembali ke pendidikan mereka nanti tanpa biaya. Pendidikan menengah atas Finlandia dibagi menjadi dua jalur utama, umum dan kejuruan. Keduanya memakan waktu sekitar tiga tahun.

Siswa tidak "terkunci" 

Pendidikan umum siswa memiliki banyak kebebasan untuk memutuskan jadwal belajar mereka. Pada akhir pendidikan umum, siswa mengikuti ujian matrikulasi nasional, satu-satunya ujian standar di Finlandia. Skor mereka digunakan sebagai bagian dari aplikasi kuliah. Pendidikan kejuruan lebih fokus pada pekerjaan dan menggabungkan magang serta pembelajaran di sekolah. Sekitar 40 persen siswa memulai pendidikan kejuruan setelah sekolah dasar. Jalur ini berakhir dengan kualifikasi berbasis kompetensi setelah siswa menyelesaikan rencana studi individu. Perlu dicatat bahwa siswa tidak "terkunci" di salah satu jalur ini. Keduanya memiliki fleksibilitas sehingga siswa dapat menemukan minat baru atau membuat jalur yang menghubungkan keduanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sekolah Harus Asah Minat dan Bakat Siswa", https://edukasi.kompas.com/read/2019/03/17/23371891/sekolah-harus-asah-minat-dan-bakat-siswa.
Penulis : Yohanes Enggar Harususilo
Editor : Yohanes Enggar Harususilo


Kamis, 21 Maret 2019

Mana Yang lebih Penting? Keterampilan anak atau Karakter anak?



Melalui aktivitas belajar baik di rumah maupun di sekolah, anak terus mengembangkan keterampilan-keterampilannya yang lain seperti keterampilan interaktif, kognitif, kreatif, dan keterampilan fisik. Tapi apakah memiliki keterampilan-keterampilan ini saja, si Kecil sudah siap menghadapi tantangan masa depannya? Beberapa penelitian di 10 tahun belakangan menemukan bahwa anak yang memiliki karakter kuat dan positif, memiliki kemungkinan sukses di Pendidikan dan pekerjaan yang lebih besar. Jadi manakah yang lebih penting? Keterampilan atau karakter?

Berkembang dari era digital saat ini, maka diprediksi masa depan nanti akan lebih kompetitif dan menantang, ditandai dengan adanya perubahan yang cepat serta dinamis. Maka hanya memiliki keterampilan saja tidaklah cukup. Resiliensi merupakan salah satu karakter yang perlu dimiliki oleh si Kecil untuk membantunya siap menghadapi tantangan masa depan. Resilien adalah kemampuan seseorang untuk menghadapi kegagalan sebagai kesempatan belajar dan mampu untuk membangkitkan dirinya kembali untuk terus mencoba.

Sebuah survey yang dilakukan oleh Primrose Schools pada tahun 
2016 menemukan bahwa ternyata 92% orang tua mengakui pentingnya pembentukan karakter anak yang kuat dan positif sejak dini, terutama karena anak-anak ini hidup di era digital. Dari survey yang sama, ditemukan juga bahwa hampir 50% dari orang tua mengaku bahwa mereka belum paham bagaimana dan kapan sebaiknya pembentukan karakter ini bisa dimulai. Para pendidik dan akademisi pun semakin gencar menyatakan pentingnya pembentukan karakter untuk dilakukan sejak dini, dimulai dari rumah dan juga di sekolah. Banyak penelitian menemukan bahwa dimilikinya karakter yang positif dan kuat oleh anak, akan meningkatkan performa mereka di sekolah, mendapatkan nilai yang lebih baik, serta memiliki hubungan sosial yang lebih positif.

Apakah mengembangkan keterampilan dan karakter anak yang resilien dapat dilakukan sejak anak usia dini? Tentu saja IYA!. Pembentukan karakter justru menjadi dasar dari proses tumbuh kembang anak, terutama dalam menguasai keterampilan-keterampilan hidup lainnya. Melalui pembentukan karakter, si Kecil akan mengembangkan rasa percaya diri, keberanian, pantang menyerah, gigih, dimana hal tersebut akan membantu si Kecil untuk mau terus belajar dan mampu menghadapi kesulitan yang dihadapi ketika ia belajar keterampilan tertentu di sekolah (Meiners, 2015)

Pearson & Nicholson (2000) mengatakan bahwa dimilikinya karakter yang baik dan positif akan menghubungkan 3 aspek dalam hidup anak, yaitu dirinya sendiri, orang lain, dan komunitas/masyarakat luas. Dengan dirinya sendiri, si Kecil yang memiliki karakter positif dapat menunjukkan perilaku mandiri, gigih, dan banyak akal. Sedangkan dengan orang lain dan masyarakat luas, si Kecil yang memiliki karakter positif seperti berani dan adaptif terhadap perbedaan-perbedaan yang ada.

Melihat banyaknya manfaat dan bagaimana karakter yang positif dapat mengoptimalkan proses belajar si Kecil, maka pembentukan karakter perlu dilakukan sejak dini. Karakter resilien, yang digambarkan melalui perilaku mandiri, berani, gigih, banyak akal, dan adaptif perlu untuk dimiliki oleh si Kecil, agar siap untuk menghadapi tuntutan masa depan yang akan lebih menantang dibanding dengan tuntutan yang dihadapi saat ini.

Referensi
Larson, K. 2009. Understanding the importance of character education. The Graduate School: University of Wisconsin-Stout.
Dodds, Diane M.. (2016). The Effects of Character Education on Social-Emotional Behavior. Retrieved from Sophia, the St. Catherine University repository website: https://sophia.stkate.edu/maed/137
Julius. Dr. Gloria. 2016. Survey says: Developing good character in children starts early. Retrieved from Primrose School https://www.primroseschools.com/blog/survey-says-building-good-character-in-children-starts-early/
Meiners, Cheri J. 2015. Why character education is important for young children. Free Spirit Publishing: https://freespiritpublishingblog.com/2015/05/20/guest-post-why-character-education-is-important-for-young-children/
https://www.nutriclub.co.id/kategori/balita/aktivitas-edukasi/mana-yang-lebih-penting-untuk-masa-depan-si-kecil-keterampilan-atau-karakter/

Ad Placement

kelas

civic

ppkn