Guru Pancasila: Natural
Tampilkan postingan dengan label Natural. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Natural. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2012

KONTROL GENETIK PROSES METABOLISME TUMBUHAN DAN REGULASI EKSPRESI GEN SERTA PERKEMBANGAN TANAMAN

Di ambil dari tugas mata kuliah teman saya I Putu Yudhiarta

Perkembangan merupakan hasil gabungan interaksi proses genetik dengan lingkungan. Genetik merupakan sumber informasi yang dimiliki oleh sel dari suatu organisme, yang mengotrol aktivitas fisiologi dan biokimia sejalan dengan arah perkembangannya. Tetapi potensi genetik ini hanya akan berkembang apabila ditunjang oleh lingkungan yang cocok yang memberikan fasilitas kepada organisme dalam melaksanakan aktivitasnya.
Setiap sel hidup pada tumbuhan akan memperoleh kelengkapan genetik yang diturunkan dari induknya dan merupakan sumber informasi untuk melaksanakan kegiatan pertumbuhan dan perkembangan. Sumber-sumber informasi ini berada dalam inti sel dan setiap sel hidup menerima kelengkapan informasi genetik yang asli yang diterimanya pada saat proses pembelahan pembelahan sel terjadi. Informasi genetik yang tepat perlu diterima oleh setiap sel, sehingga setiap organ pada tumbuhan dapat berkembang pada jalur yang tepat. Dalam perjalanan proses perkembangan menuju terbentuknya suatu individu tumbuhan yang utuh dan lengkap, setiap informasi genetik yang tidak relevan atau tidak dibutuhkan akan ditahan atau disimpan dan tidak digunakan.

Dalam pemanfaatan informasi genetik dalam kaitannya dengan perkembangan akan menyangkut proses pengaktifan gen, selanjutnya mRNA akan ditranskripsi. mRNA yang diturunkan dari DNA pada gen ini telah terpolakan susunan asam amino yang akan membentuk protein enzim tertentu, yang selanjutnya akan digunakan dalam kegiatan metabolisme dalam sel yangs sesuai dengan arah perkembangannya.

Aktif dan inaktifnya gen ditentukan oleh bekerja tidaknya represor. Represoe ini akan menghambat kerja gen operator, sehingga gen struktural tidak dapat bekerja. Disini terlihat bahwa faktor genetik akan menentukan gen struktural mana yang bekerja dan protein dan enzim mana yang dibentuk. Yang mampu menghilangkan hambatan represor adalah efektor yang dapat berupa substrat yag harus dipecah oleh enzim. Dapat ditarik analogikan bahwa lingkungan dapat menentukan protein apa atau gen mana yang aktif bekerja sehingga terjadi diferensiasi. Senyawa yang dihasilkan oleh aktivitas gen dapat pula menghambat kerja gen, karena senyawa itu dapat mengaktifkan represor sehingga memblokir kerja gen operator. Hambatan kerja gen dapat terjadi kerena histon salah satu protein penyusun DNA. Sebagai bagian dari protein struktural histon dapat menghambat aktivitas gen diseluruh kromosom atau bagian kromosom tertentu saja, atau histon itu menghambat aktivitas gen tertentu saja.


Proses pengaktifan gen-gen tersebut harus berjalan dalam urutan yang tepat, artinya tahap pengaktifan akan merupakan prasyarat untuk pengaktifan berikutnya.

Secara umum, bagaimana mekanisme proses pengaktifan tersebut dilaksanakan, telah diusulkan oleh ilmuwan Prancis F. Jacob dan J. Monod seperti terlihat pada gambar yang dikenal dengan nama sistem operon berikut ini.

Jacob dan Monod menggambarkan mekanisme pengontrolan sintesis protein, diatur oleh gen pengatur(regulator gene), gen operator(operator gene), dan gen struktur(struktural gene). Kombinasi gen operator dengan gen struktur disebut operon. Mekanisme kerja operon ini dikatakan bahwa gen struktur yang memprogram mRNA untuk enzim yang lebih spesifik, berada dalam kelompok atau sendirian, masing-masing berkombinasi dengan suatu gen operator yang berfungsi mengatur gen struktur menjadi aktif atau dalam keadaan terbuka, dan menjadi tidak aktif atau dalam keadaan tertutup. Gen pengatur yang letaknya terpisah(bukan bagian dari operon) membentuk suatu molekul pengatur (suatu protein) yang disebut repressor yang menjaga gen operator dalam keadaan tertutup, sehingga operon berada dalam keadaan tidak aktif. Hadirnya atau penambahan suatu molekul yang disebut induser, yang bergabung dengan atau mentidakaktifkan “repressor”, memberi kesempatan kepada gen operator untuk berada dalam keadaan terbuka, sehingga operon diaktifkan. Beberapa molekul lain yang disebut korepresor dapat bertindak menutup gen, dengan cara mengaktifkan represor kembali sehingga operon menjadi tertutup dan menjadi tidak aktif. Molekul-molekul induser dan korepressor dapat merupakann metyabolit sederhana yang terlibat dalam urutan reaksi atau metabolisme.

Tidaklah sukar untuk membayangkan bahwa beberapa aktivitas metabolisme sel berkaitan dengan pertumbuhan (misalnya sintesis dinding sel), menghasilkan molekul yang disamping sebagai senyawa antara dalam sintesis dinding sel, dapat pula bertindak sebagai induser operon yang memprogram pembentukan mRNA yang akan mensintesis enzim sitoplasmik. Senyawa-senyawa ini lebih lanjut dapat menghasilkan senyawa antara yang akan merangsang sintesis komponen-komponen struktur dan
lain-lain. Pada beberapa tahap, beberapa senyawa antara atau produk aktivitas metabolisme dapat pula bertindak sebagai korepresor operon sebelumnya, sesuai dengan urutannya.

Proses pengaktifan satu atau kelompok operon yang spesifik akan selalu mengarah pada satu pola perkembangan. Arah perkembangan pada satu tingkat perkembangan(juvenile) dapat sangat berbeda dengan arah perkembangan pada tingkat yang lain (dewasa), meskipun kedua-duanya dikontrol oleh operon yang sama.

Keragaman penampilan tanaman terjadi akibat perbedaan sifat dalam tanaman (genetik) atau perbedaan keadaan lingkungan atau kedua-duanya.

P = G + L
P : fenotif(sifat yang tampak)
G : genetik
L : lingkungan





Perbedaan susunan genetik merupakan salah satu fakor penyebab keragaman penampilan tanaman. Biji yang diperoleh dari penyerbukan silang antara tanaman dari jenis yang berbeda akan mempunyai susunan genetik yang berbeda. Program genetik – suatu untaian susunan genetik yang akan diekspresikan pada suatu fase atau keseluruhan fase pertumbuhan – yang berbeda dapat diekspresikan pada berbagai sifat tanaman yang mencakup bentuk dan fungsi tanaman yang menghasilkan keragaman pertumbuhan tanaman. Pada tanaman yang menyerbuk sendiri pun, susunan genetik dapat berbeda di antara biji yang berasal dari tanaman berbeda bahkan mungkin tanaman yang sama. Mutasi, fenomena yang menggambarkan peristiwa perubahan bahan genetik secara tiba-tiba dan dapat diwariskan, sudah umum dikenal. Mutasi dapat terjadi karena kekeliruan dalam pemindahan informasi genetik daei suatu generasi ke generasi berikutnya. Sekalipun replikasi DNA terjadi melalui dua sistem koreksi yaitu oleh DNA itu sendiri dan enzim DNA polymerase. Mutasi dapat juga terjadi karena pengaruh faktor luar yang dikenal dengan istilah mutagen seperti radiasi sinar tertentu dan bahan kimia.

Kerusakan DNA yang dapat menghasilkan susunan genetik yang berbeda dapat terjadi pada biji selama penyimpanan. Ini berhubungan dengan terbentuknya radikal(gugus) bebas yaitu molekul yang mengandung elektron yang tidak berpasangan. Zat ini yang sangat reaktif, membiak sendiri dan berada dalam berbagai produksi biologis – dapat mengakibatkan gangguan metabolisme termasuk kerusakan DNA. Sebagai contoh, radikal bebas oksigen terlibat dalam kerusakan DNA melalui pengrusakan basa dan gugusan fosfat gula. Reaksi biokimia yang dapat membawa pembentukan radikal bebas mencakup proses metabolisme penting seperti transfer elektron, oksidasi substrat, metabolisme lemak dan mekanisme pertahanan patologi.

Keragaman penampilan tanaman akibat perbedaan susunan genetik selalu mungkin terjadi sekalipun bahan tanam yang digunakan berasal dari jenis tanaman yang sama. Namun perlu diingat bahwa susunan genetik yang berbeda tidak selalu seluruhnya diekspresikan, hanya hanya diekspresikan sebagian yang mungkin mengakibatkan hanya sedikit perubahan penampilan tanaman. Oleh karena itu suatu portanyaan dapat timbul tentang besaran sumbangan faktor genetik terhadap total keragaman penampilan tanaman. Apabila bahan tanam yang mempunyai susunan genetik yang berbeda ditanam pada kondisi lingkungan yang sama, maka keragaman tanaman yang muncul dapat dihubungkan dengan perbedaan susunan genetik, dengan catatan bahwa faktor lain dapat berpengaruh konstan. Pengaruh suatu susunan genetik terhadap keragaman tanamn dapat ditafsirkan dengan melibatkan keadaan llingkungan yang berbeda. Dalam keadaan demimkian, suatu perbandingan relatif dapat dibuat antara pengaruh genetik dan lingkungan terhadap keragaman tanaman.

Salah satu analisis yang umum digunakan untuk mengevaluasi sumbangan perbedaan genetik terhadap keragaman penampilan tanaman adalah heritabilitas, yaitu suatu ukuran tingkat pengaruh genetik terhadap fenotip. Dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut :
h2 = V(P) – V(E)/V(P)

dimana V(P) adalah keragaman individu dalam suatu populasi, akibat perbedaan genetik dan perbedaan lingkungan dan V(E) keragaman lingkungan. Akan tetapi tanaman tingkat tinggi bukanlah suatu organisme yang ideal untuk menyelesaikan suatu siklus cukup panjang. Tanaman tahunan misalnya dapat membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat menyelesaikan siklus hidup secara lengkap.

Akan tetapi dalam suatu percobaan, bahan tanam seperti biji atau atau bagian vegetatif selalu berasal dari varietas yang sama kecuali untuk tujuan pengujian spesies atau varietas. Sehingga perbedaan genetik sebagai sumber keragaman dapat dihilangkan. Sekalipun demikian, ini tidak berarti bahwa faktor ini dapat diabaikan begitu saja, bahkan harus diingat setiap saat melaksanakan penelitian agar sikap hati-hati tetap dilakukan untuk menekan keragaman yang bersumber dari perbedaan genetik.

DAFTAR PUSTAKA

Sasmitamihardja, Drajat dan Arbasyah Siregar. 1996. Fisiologi Tumbuhan.
Bandung: ITB

Salisburry, Frank B. Dan Cleon W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3.
Bandung : ITB

Sitompul S.M. dan Bambang Guritno. 1995. Yogyakarta : UGM

Jumat, 06 Januari 2012

EMBRIOGERNENSIS

Dalam proses pembuahan, spermatozoa masuk ke dalam telur melalui lubang microphyle yang terdapat pada chorion. Tiap spermatozoa mempunyai kesempatan yang sama untuk membuahi satu telur. Telur dan sperma yang baru dikeluarkan dari tubuh induk, mengeluarkan zat kimia yang berguna dalam proses pembuahan (Effendie,1997).

FLUKTUASI ASIMETRI PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio) DAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

dari tugas temannya teman saya :
Oleh Muarif budidaya perikanan unila 09

Fluktuasi asimetri adalah perbedaan antara karakter sisi kiri dan sisi kanan yang menyebar secara normal dengan rataan mendekati nol sebagai akibat dari ketidakmampuan individu untukm berkembang secara tepat dan normal (Van Valen, 1962). Fluktuasi asimetri ini merupakan pencerminan dari ketidak stabilan perkembangan dari ketidakmampuan perkembangan individu sehingga menyebabkan perbedaan fenotif.

Selasa, 22 November 2011

Cara Membuat minuman pengganti ion anti dehidrasi murah meriah

Minuman Pengganti Ion
Sahabat - shabatku pecinta olah raga, seperti futsal, sepak bola, badminton dan sebagainya. pasti sudah tidak asing lagi dengan minuman pengganti ion anti dehidrasi iya kan? hehehhe
postingan kali ini saya akan membahas bagaimana cara membuatnya secara murah meriah dan sahabat tidak perlu membeli lagi minuman - minuman tersebut dengan harga yang mahal (menang merek saja) hehehe ok langsung saja prosesnya.

Rabu, 19 Oktober 2011

SUMBER DAN JENIS KARBOHIDRAT

Kentang Sumber Karbohidrat
Di ambil dari tugas kuliah teman saya : I Putu Yudiarta

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh makhluk hidup. Monosakarida, khususnya glukosa, merupakan nutrien utama sel. Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh, berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.

Dormansi

Dormansi

Dormansi adalah suatu keadaan di mana terjdinya pertumbuhan yang tertunda, karena tanaman berada pada fase istrahat. Dormansi ini berlangsung pada suatu periode tertentu. Biasanya hal ini di pengaruhi oleh lingkungan. Suatu tumbuhan akan melakukan dormansi jika lingkungan dianggap tidak menguntungkan pada saat itu.

Pada tumbuhan terjadi dormansi yang cukup signifikan yang terjadi pada bagian-bagian berikut ini. Di antara lainnya dalah:
Dormansi pada biji
Biji adalah salah satu bagian dari tanamn yang biasanya melakukan suatu proses dormansi. Adapun dormansi yang terjadi pada biji di pengaruhi oleh beberapa hal di antara lainnnya:

• Rendahnya / tidak adanya proses imbibisi air.
Hal ini di kerenakan biji di lindungi oleh kulit biji yang kedap air. Kulit biji biasanya di lapisi oleh zat lilin yang membuat air sulit untuk menembusnya. Akibatnya sel-sel biji tidak mendapat air yang cukup. Padahal air sangat diperlukan sebagai medium berlangsungnya metabolisme sel dan reaksi-reaksi biokimia. Hal ini akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan dari sel-sel biji. Biji akam mulai berkembang jika kilit biji sudah rusak sehingga air dapat masuk ke dalam biji. Rusaknya kulit biji ini bisa di akibatkan karena adanya proses pengkerutan pada biji yang akan membuat kulit biji akan retak-retak dan selanjutnya air akan dapat melaluinya.

• Proses respirasi tertekan / terhambat.
Selain kedap air kulit biji pun kedap akan udara termasuk oksigen. Akibatnya sel-sel tidak akan bisa melakukan respirasi dan energi yang di hasilkan pun sangant minim terbatas pada ketersediaan oksigen dalam biji. Padahal sel yang akan tumbuh dan berkembang butuh energi yang lebih dengan laju respirasi yang tinggi. Maka dalam keadaan ini tumbuhan akan mengunakaan energi seminim mungkin dan tidak melakukan kegiatan-kegiatan fisiologis sel. oleh karenanya tumbuhan melakukan suatu dormansi atau tidaka aktifnya kgiatan-kegiatan dalam sel.

• Rendahnya proses metabolisme cadangan makanan.
Sebenarnya pada biji banyak sekali ditemukan cadangan makanan yang di simpan dalam endosprm biji. Namaun karena lingkungan yang terisolir maka proses pemanfaatannya tidak terjadi secara optimal karena ketersediann air dan oksigen. Air dan oksigen ini akan di pakai untuk merombak cadangan makanan tadi sehingga nantinya bisa di manfaatkan oleh sel untuk pertumbuhan dan perkembangannya.hal ini juga di pengaruhi oleh belum terbentuknya enzim-enzim yang dipakai dalam mengubah cadangan makanan supaya bisa di manfaatkan. Contohnya dalah enzim lipase,protase dan amilase. Maka dari itu pada situasi yang tidak aktif ini tumbuhan tidak melakukan pertumbuhan dan perkembangan karena berada pada keadaan dormansi.

• Hormon pada biji
Tumbuhan menghasilkan beberapa hormon yang masing-masing telah memiliki fungsi yang berbeda-beda. Salah satunya adalah ABA yang terdapat pada endosperm pada biji. Aba ini dapat menghambat dari perkecambahan dari biji. ABA dapat berfungsi untuk menghambat terjadinya sintesis protein. Akibatnya tidak terbentunya protein pada sel baik protein struktural maupun fungsional. Untuk yang protein fungsional akan berpengaruh pada pembentukan enzim-enzim pada biji. Jika enzim-enzim tidak terbentuk maka proses metabolisme akan terganggu. Cadangan makanan pada endosperm tidak akan mampu di olah yang harusnya di gunakan untuk pertumbuhan biji. Selain itu tidak terbentunya protein struktural juga bisa berpengaruh. Hal ini disebabkan karena jika sel-sel biji akan membelah maka diperlukan suatu protein yang nantinya akan di gunakan untuk menyusun baik membran sel maupun organel. Oleh karenaya pembelahan tidak akan berlangsung jika tidak ada proteinnya. Maka tumbuhan akan mengalami dormansi jika seandainya kadar ABA masih tinggi dalam endosprmnya. Kadar ABA akan berkurang jika biji berada pada kondisi yang sesuai dan pengaruh sinar matahari. Setelah kadarnya berkurang biji akan mulai melakukan pertumbuhannya kembali.

Dormansi pada kuncup

Kuncup adalah organ tumbuhan yang masih aktif membelah, dan terjadi juga diferensiasi sel. karena selnya msih aktif maka jika pada suatu keadaan yang tidak sesuai menyebabkan proses itu terhenti untuk sementara ini lah yang di namakan dormansi pada kuncup.

Hal yang mempengaruhi dormansi pada kuncup
a. Pertumbuhan dan perkembangan
Ini terjadi pada saat musim kering. Pada saat ini tumbuhan akan kekurangan airr tumbuhan akan merespon hal ini dengan cara mengugurkan daunnya dan membentuk kuncup akhir atau dorman. Kuncup dorman ini mempunyai struktur yang sangat pendek dan akan berubah menjadi struktur yang khas berupa sisik kuncup. Sisik ini memiliki fungsi untuk mencegah kekeringan serta membatasi gerakan oksigen ke meristem di bawahnya. Pembatasan pergerakan oksigen ini lah yang menyebabkan pertumbuhan tumbuhan dah perkembangan tumbuhan akan terhenti untuk sementara. Penyebabnya adalah kurangnya bahan-bahan hasil metabolisme yang di perlukan untuk tumbuh dan berkembang karena adanya pembatasan oksigen yang masuk.

Selain itu pada saat kekeringan tumbuhan juga kesulitan dalam nenyerap air, sehingga kemungkinan tumbuhan akan kekurangan unsur nitrogen yang biasanya ikut larut dalam air. Kekurangan unsur ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tumbuhan mengalami dormansi.

b. Fotosintesis dan respirasi
Pada saat musim kemarau dan musim dingin, tumbuhan akan cendrung mengugurkan daunnya karena tumbuhan pada kondisi tersebut akan kekurangan air. Dampaknya klorofil yang ada di daun akan di sintesis dan di simpan pada batang sebelum daun gugur. Akibatnya proses fotosintesis akan terhenti dengan seketika. Dengan tidak berlangsungnya fotosintesis maka tidak di hasilkan glukosa yang biasanya digunakan untuk segala aktifitas sel tumbuhan. Karena itu sel tumbuhan akan menurunkan aktifitas selnya. Kegiatan-kegiatan sel di batasi, maka dalam keadaan ini tumbuhan akan melakukan suatu dormansi dan akan kembali normal pada saat iklim sudah normal dan ketersediaan air tercukupi.

Sedangkan untuk respirasi erat kaitannya dengan pembentukan kuncup-kuncup dormansi pada tumbuhan. Kuncup-kuncup ini menyebabkan gerakan oksigen ke daerah meristem akan terhambat. Seperti yang kita ketahui jaringan meristem adalah jaringan yang sedang aktif membelah. Jika seandainya kekurangn oksigen maka metabolisme sel sel meristem akan ikut terganggu. Terganggunya proses metabolisme ini menyebabkan aktifitas selnya terbatas dan batang berhenti memenjang karena minimnya energi yang di hasilkan. Maka tumbuhan akan melakukan dormansi untuk mengatasi hal tersebut.

c. Hormon
Dormansi pada kuncup juga di pengaruhi oleh hormon. Hormon yang berpengaruh adalah ABA. ABA ini di hasilkan pada dau dan bisa mengenal panjang hari. Di mana ketika hari dalam keadaan pendek maka tumbuhan akan mengadakan dormansi untuk menghadapinya. Di sini ABA akan mulai bekerja. ABA akan di transfer ke puncuk tunas. Di sana ABA akan mulai bekerja dengan cara menghambat terjadinya sintesis protein sehingga natinya protein tidak di hasilkan salah satunya yaitu berupa enzim-enzim dalam metabolisme. Secara tidak langsung pertumbuhan meristem pucuk akan terhenti karena tidak adanya bahan hasil metabolisme yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan sel meristem.

Dormansi pada organ penyimpanan bawah tanah

Pada organ bawah tanah yang paling sering mengalami dormansi adalah pada akar. Karna masih aktif membelah dan metabolismenya pun masih tinggi untuk mendukung pembelahan selnya.

Adapun faktor yang mempengaruhi metabolisme akar antara lain:
a. Pertumbuhan dan perkembangan
pertumbuhan dan perkembangan pada akar ini di pengaruhi oleh panjang pendeknya hari. Ini ada kaitannya dengan fotosintesis. Karena hasil dari fotosintesis akan di bawa ke jaringan yang membutuhkan termasuk ke akar. Pada saat hari pendek maka cahaya yang di dapat tumbuhan sangant singkat. Karenanya hasil fotosintesis juga hanya sedikit. Karenanya tumbuhan akan menghentikan proses pembelahan sel karena banyak sekali menghabiskan hasil fotosintesis. Yang di utamakan adalah proses-proses metabolisme dari sel. akibatnya pertumbuhan dan perkembangan akar akan terhambat. Selain itu ada juga faktor lain yang mempengaruhinya. Ketika musih dingin air dalam tanah akan membeku oleh karnanya akar akan sulit untuk menyerap air dan garam-garam mineral. Maka pada saat ini akar akan sedikit sekali melakukan metabolisme karena metabolisme juga membutuhkan air dan hara. Jika seandainya tetap di lakukan maka akibatnya akan fatal sel akan kekurangan hara dan air yang dapat berdampak pada kematuian sel. untu menghadapi hal tersebut maka akar akan menagadakan dormansi untuk mengefisienkan ketersediaan air dah hara dalam tubuhnya.

b. Hormon
Dalam akar ada hormon auksin gliberelin dan sitokinin. Ketiga hormon ini saling keterkaitan pada pertumbuhan akar. Sitokinin berfungsi untuk merangsang pembelahan sel pada sel-sel meristem akar. Selanjutnya di sini hormon gliberelin dan auksin berfungsi sebagai pemanjangan dan pembentangan sel. jika seandainya keberadaan hormon ini kurang maka sel-sel meristem akan berhenti membelah begitu juga dengan pemanjangan dan pembentangan sel. akibatnya dalam keadaan ini akar akan mengalami suatu dormansi. Keadaan akan kembali seperti semula jika adanya ketersediaan hormon-hormon tadi.

c. Respirasi dan fotosintesis
Pada saat musim dingin maka tumbuhan akan mengugurkan daunnya, akibatnya proses fotosintesis akan terhenti. Maka dari itu glukosa yang biasanya di peroleh dari fotosistesis tidak terbentuk. Padahal glukosa ini sangat di perlukan oleh sel untuk beraktifitas. Hal ini membuat sel akan menurunkan aktifitasnya hingga metabolisme terjadi rendah sekali. Pada saat ini semua aktifitas baik itu pembelahan maupun diferensiasi akan terhenti.

Selain berpengaruh terhadap fotosintesis cuaca dingin juga berpengaruh terhadap respirasi sel. hal ini berkaitan dengan berubahnya suhu di dalam tanah. Ketika musim dingin berlangsung suhu dalam tanah akan menurun bahkan air dalam tanahpun akan membeku, akibatnya difusi oksigen pun akan terganggu. Hal ini di sebabkan karena jika dalam keadaan suhu yang rendah partikel dari molekul oksigen terhambat gerakanya. Maka dari itu menyulitkan proses difusi oksigen. Karena minimnya oksigen yang berdifusi akar akan kekurangan oksigen. Dampaknya metabolisme pun akan ikut terganggu sehingga produk dari metabolisme hanya sedikit. Maka dari itu tumbuhan akan melakukan dormasi untuk menghadapi hal tersebut.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
http://www.silvikultur.com/tipe_dormansi_benih.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Dormansi
http://alfarizy29.blogspot.com/2009/11/dormansi.html
http://kuliahnyok.co.cc/?p=13

STATUS GIZI

Daging Bergizi
di ambil dari tugas kuliah teman ane : I Putu Yudhiarta

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Keadaan gizi dan kesehatan masyarakat tergantung pada tingkat konsumsi, sedangkan tingkat konsumsi ditentukan oleh kualitas serta kuantitas hidangan. Kualitas hidangan menunjukkan adanya semua zat gizi yang diperlukan tubuh di dalam susunan hidangan dan perbandingannya antara satu zat terhadap zat yang lain, sedangkan kuantitas merupakan kuantum masing-masing zat gizi terhadap kebutuhan tubuh. Kecukupan kualitas dan kuantitas zat gizi di dalam suatu hidangan akan menjadikan tubuh sehat atau disebut sehat gizi. Bila kualitas dan jumlahnya melebihi kebutuhan tubuh dinamakan konsumsi berlebih, sebaliknya bila kualitas dan kuantitas zat gizi dalam hidangan kurang baik maka dinamakan kurang gizi atau defisiensi.

Minggu, 16 Oktober 2011

ZAT ANTI NUTRISI

Anti Nutrisi
1. Phytat
Phytat merupakan salah satu non-polysaccharida dari dinding tanaman seperti silakat dan oksalat. Asam phytat termasuk chelat (senyawa pengikat mineral) yang kuat yang bisa mengikat ion metal divalent membentuk phytat komplek sehingga mineral tidak bisa diserap oleh tubuh. Mineral tersebut yaitu Ca, Zn, Cu, Mg dan Fe.
Pada sebagian besar cereal, 60-70 % phosphor terdapat sebagai asam phytat, kecernaan molekul phytat sangat bervariasi dari 0-50 % tergantung bahan pakan dan umur unggas. Ikan muda lebih rendah kemampuan mencerna phytat, tetapi pada ikan dewasa 50%. Kecernaan phytat terjadi karena adanya phytase tanaman atau sintetis phytase dari mikroba usus. Perlakuan panas pada ransum seperti pelleting atau ekstrusi tidak terlihat memperbaiki kecernaan pospor-phytat.

Kamis, 15 September 2011

Cara Herbal agar tubuh menjadi gemuk padat berisi

ilustrasi
Banyak dari sahabat saya yang berpostur tubuh kurus bertanya kepada saya, kenapa sih sekarang bisa gemuk? hehehe, kemudian saya jawab, yah dengan makan makanan bergizilah. namun kebanyakan dari mereka tidak percaya hanya cuma dengan makan saja saya bisa gemuk berisi :) hehehe. namun itulah kenyataannya, namun jika ada dari para sahabat yang ingin gemuk berisi dengan ramuan herbal, saya medapatkan rsep yang cukup mujarab dari ibu saya. rsep herbal tradisional, yang mudah-mudahan mujarab buat sahabat yang kurus menjadi gemuk berisi, ok langsung saja resepnya:

Cara Herbal mengurangi rasa nyeri saat HAID

nyeri haid
Haid merupakan hal wajar bagi setiap wanita yang telah matang indung telur nya, namun kadang keadaan seperti ini membuat wanita tidak nyaman karena kadang wanita merasa sakit saat HAID, untuk itu ada lho herbal alami yang bisa mengurangi rasa nyerinya, berikut bahan-bahannya:

Selasa, 07 Juni 2011

Bangsa Guttiferales atau Clusiales

Sebagian besar berupa semak, perdu, atau pohon dengan batang berkayu, daun tunggal berhadapan, dengan atau tanpa daun penumpu. Bunga hamper selalu banci, dengan kelopak atau daun-daun mahkota yang bebas, kebanyakan berbilang 5.  Benang sari sama banyaknya dengan jumlah daun mahkota. Putik dengan bakal biji yang menumpang, apokarp atau sinkarp, jika sinkarp hanya beruang 1 dengan tembuni pada dindingnya, biasanya beruang lebih dari 1 dengan tembuni di pusat sudut-sudut ruangan. Biji dengan endosperm yang tidak mengandung zat tepung.
Dari segi anatomi terdapat sifat-sifat yang khas, yaitu adanya sel-sel spikula (sel-sel yang mengandung badan-badan seperti paku atau jarum-jarum kecil) dalam daging daunnya dan terdapat saluran-saluran atau rongga-rongga yang berisi resin terutama dalam kulit batang.

Jumat, 03 Juni 2011

Pembelahan sel pada hewan dan manusia

Mitosis
Mitosis merupakan periode pembelahan sel yang berlangsung pada jaringan titik tumbuh (meristem), seperti pada ujung akar atau pucuk tanaman. Proses mitosis terjadi dalam empat fase, yaitu interfase, profase, prometafase, metafase, anafase, dan telofase. Fase mitosis tersebut terjadi pada sel tumbuhan maupun hewan. Terbagi menjadi :

Pembelahan Sel Pada Tumbuhan

Proses pembelahan sel terjadi secara mitosis dan meiosis. Mitosis merupakan periode pembelahan sel yang berlangsung pada jaringan titik tumbuh (meristem), seperti pada ujung akar atau pucuk tanaman. Proses mitosis terjadi dalam empat fase, yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. Fase mitosis tersebut terjadi pada sel tumbuhan maupun hewan. Terdapat perbedaan mendasar antara mitosis pada hewan dan tumbuhan. Pada hewan terbentuk aster dan terbentuknya alur di ekuator pada membran sel pada saat telofase sehingga kedua sel anak menjadi terpisah.

Ad Placement

kelas

civic

ppkn