Guru Pancasila: pengertian
Tampilkan postingan dengan label pengertian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengertian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 September 2019

Pengertian dan Unsur Terbentuknya Bangsa



Menurut Ernest Renan bangsa adalah  sekelompok manusia yang dipersatukan karena memiliki persamaan sejarah dan cita-cita yang sama, suatu bangsa juga terikat oleh tanah air yang sama. Hasrat bersatu yang didorong oleh persamaan sejarah dan cita-cita meningkatkan rakyat menjaadi bangsa.

Beberapa pendapat mengenai bangsa juga diungkapkan oleh ahli yang lain, seperti :
  1. 1)      Ernest Renan
  2. Bangsa terbentuk karena adanya keinginan untuk hidup bersama dengan perasaan setia kawan yang agung.
  3. 2)      Otto Bouer
  4. Bangsa timbul karena mempunyai persaman karakteristik, dan timbul karena adanya persaman nasib.
  5. 3)      R. Ratzel
  6. Bangsa terbentuk karena adanya hasrat bersatu. Hasrat itu timbul karena adanya rasa kesatuan antara manusia dan tempat tinggalnya.
  7. 4)      Hans Kohn
  8. Bangsa adalah buah dari hasil tenaga hidup manusia dalam sejarah atau karena adanya persamaan keturunan, wilayah, bahasa, adat istiadat, kesamaan apolitik, perasaan dan agama.
  9. 5)      Jacobsen dan Lipman
  10. Bangsa timbul karena adanya kesatuan budaya dan satu kesatuan politik.

Walaupun dari para ahli kenegaraan belum terdapat kesamaan pengertian bangsa. Namun faktor obyektif yang terpenting dari suatu bansga adalah adanya kehendak bersama yang lebih dikenal nasionalisme.

    Unsur-unsur Terbentuknya Bangsa

Dalam buku yang berjudul Nationality in History and Politics yang dikemukakan oleh ahli dari Jerman yaitu Friedrich Hertz bahwa  setiap bangsa memiliki 4   (empat) unsur inspirasi sebagai berikut :
  1. 1)      Keinginan untuk mencapai kesatuan nasional yang terdiri atas kesatuan sosial, ekonomi, politik, agama, kebudayaan, komunikasi dan solidaritas.
  2. 2)      Keinginan untuk mencapai kemerdekaan dan kebebasan nasional sepenuhnya yaitu bebas dari dominasi dan campur tangan bangsa asing terhadap urusan dalam negerinya.
  3. 3)      Keinginan dalam kemandirian, keunggulan, individualitas dan kebebasan.
  4. 4)      Keinginan yang menonjol diantara bangsa-bangsa dalam mengejar  kehormatan, pengaruh  dan prestise.

Unsur-unsur terbentuknya suatu bangsa ada berbagai macam, dimana unsur-unsur tersebut mencerminkan identitas nasional dari suatu bangsa, berbagai macam unsur-unsur terbentuknya bangsa adalah :
1)      Suku bangsa
Suku bangsa adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir) yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin.
2)      Agama
Bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat agamis, agama-agama yang tumbuh dan berkembang di Indonesia adalah Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Chu.
3)      Kebudayaan
Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.
Intinya kebudayaan merupakan patokan nilai-nilai estetika dan moral, baik yang tergolong sebagai ideal atau yang seharusnya (world view) maupun yang operasional dan aktual dalam kehidupan sehari-hari (ethos).
4)      Bahasa
Bahasa merupakan unsur pendukung identitas bangsa, bahasa dipahami sebagai sistem perlambang yang secara arbiter dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia.

Kamis, 21 Maret 2019

Apa itu VUCA ?



Apakah anda pernah mendengar istilah VUCA world? VUCA world adalah istilah yang diciptakan oleh Warren Bennis dan Burt Nanus, dua orang pakar ilmu bisnis dan kepemimpinan dari Amerika.

VUCA sendiri adalah singkatan dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity. Intinya, dunia VUCA adalah dunia yang kita hidupi sekarang, dimana perubahan sangat cepat, tidak terduga, dipengaruhi oleh banyak factor yang sulit dikontrol, dan kebenaran serta realitas menjadi sangat subyektif. Pengaruh terbesar dari pergeseran dunia kita jaman sekarang tentu saja dipengaruhi teknologi. Bayangkan, baru sekitar 20 tahun lalu internet menjadi bagian hidup kita. Sekarang, bisakah kita bayangkan hidup kita tanpa internet? Setiap jengkal hidup kita beririsan dengan internet dan teknologi. Apakah kemudian kita harus menghindari internet dan teknologi? Kalau kita mau bisa bertahan di dunia jaman sekarang, kita tidak bisa menghindari kemajuan. Kita hanya bisa beradaptasi. Seperti ungkapan dari Albert Einstein, “The measure of intelligence is the ability to change.” 
Kecepatan teknologi dan informasi bukan sekedar mempengaruhi gaya hidup kita ataupun perkembangan ekonomi diluar sana, akan tetapi juga mempengaruhi bagaimana kita akan mendidik anak-anak kita. Bayangkan, anak-anak kita akan menghadapi dunia yang lebih maju, lebih cepat, informasi semakin sulit disaring, persaingan pun semakin terbuka. Ditambah lagi, dengan kecepatan perubahan yang ada, kita pun sebagai orang tua belum punya pengalaman hidup di dunia macam itu. Jadi baik anak maupun orang tua akan sama-sama perlu beradaptasi di era VUCA. Meskipun kita juga belum tahu perkembangan dunia dan teknologi nanti seperti apa, ada beberapa hal yang dapat kita persiapkan agar anak-anak kita dapat bertahan dan bisa siap menghadapi era VUCA.
  • Keterampilan dasar yang sesuai dengan perkembangan anak dan nutrisi seimbang:
    Sebelum anak dapat belajar banyak hal, mereka harus tumbuh dan berkembang sesuai dengan tuntutan usianya. Mereka harus bisa berjalan, berlari, makan sendiri, dan keterampilan lain sesuai dengan usia mereka.  Nutrisi pun perlu untuk membuat tubuh dan otak mereka siap untuk belajar. Secara natural, anak yang sehat dan bertumbuh kembang optimal akan penuh rasa ingin tahu dan memiliki kebutuhan mengeksplorasi dunia.
  • Karakter tangguh dan penuh rasa ingin tahu
    Sebagai orang tua, tentu saja kita menginginkan anak-anak kita untuk tidak takut menghadapi rintangan (obstacles) yang akan mereka alami. Kita ingin mereka belajar memecahkan permasalahan sendiri, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Hal ini dapat dibentuk dengan memperkenalkan anak pada situasi-situasi sulit yang alami dan sebenarnya. Seperti misalnya, mereka kita bawa ke sawah dan harus berlumpur-lumpur dan menanam bibit padi, atau mereka kita berikan kesempatan untuk membuka “bisnis” sendiri dengan menjual hasil karya mereka sendiri, dan lain sebagainya.
  • Mendidik anak memiliki karakter Adaptif dan Resilien
    Karakter yang adaptif pada anak adalah hal yang krusial untuk dibangung di masa VUCA yang penuh dengan perubahan. Oleh karena itu sebagai orang tua jangan sampai kita takut mencoba pergi ke tempat baru, mencoba hal baru, atau mengenalkan pengalaman baru kepada anak. Awalnya memang tidak nyaman, baik bagi anak maupun orang tua. Akan tetapi terus berhadapan dengan pengalaman baru akan membuat anak belajar mudah beradaptasi terhadap berbagai situasi. Sedangkan karakter resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk bangkit kembali meskipun mengalami situasi menekan. Berbagai penelitian tentang resiliensi pada anak selalu bicara tentang hangatnya hubungan orang tua dengan anak. Semakin anak merasa aman dan diterima oleh orang tuanya, anak akan semakin mampu bertahan menghadapi dunia.
Selain 3 hal di atas, respon kita sebagai orang tua juga akan sangat mempengaruhi anak. Misalnya, untuk mengajarkan anak menjadi adaptif, orang tua juga tidak boleh anti terhadap hal baru. Dari mulai makanan baru, pengalaman baru, orang baru, sampai teknologi dan aplikasi baru. Tidak nyaman? Memang. Akan tetapi kewajiban kita sebagai orang tua untuk tetap mengenal dunia anak-anak kita hidup sehingga kita bisa mempersiapkan mereka. Selain itu, orang tua juga dapat menjadikan rumah dan keluarga menjadi sarana belajar yang aman bagi anak-anak. Semua rasa ingin tahu mereka tentang hal baru bisa menjadi bahan diskusi atau bahkan dicobakan dirumah. Dengan demikian anak-anak tidak mencari tahu melalui sumber informasi yang salah, melainkan tetap dalam arahan orang tua. Pada akhirnya, ketidakpastian memang bagian dari menjadi orang tua, kok. Dari awal kita tidak tahu pasti kapan akan mengandung, kapan akan melahirkan, dan akan melahirkan anak yang seperti apa. Kita tidak bisa mengendalikan ketidakpastian, akan tetapi kita bisa mengendalikan diri untuk tetap mau belajar hal baru demi anak-anak kita.

Sumber Tulisan : https://www.nutriclub.co.id/kategori/balita/aktivitas-edukasi/mendidik-anak-siap-menghadapi-era-vuca/

Minggu, 18 November 2018

Pengertian Generasi Z dan milenial



Berdasarkan teori Generasi para sosiolog Amerika Serikat membagi manusia menjadi sejumlah generasi: Generasi Era Depresi, Generasi Perang Dunia II, Generasi Pasca-PD II, Generasi Baby Boomer I, Generasi Baby Boomer II, Generasi X, Generasi Y alias Milenial, lalu Generasi Z.


Pembagian ini biasanya berdasarkan rentang tahun kelahiran. Namun, rentang tahun didefinisikan berbeda-beda menurut sejumlah pakar, tapi tak terlalu jauh.

Definisi rentang umur Generasi Z, misalnya. Ia bermacam-macam.

Pada 2012, ketika jurnalis Bruce Horovitz mengenalkan Generasi Z, rentang umur yang digunakan masih belum jelas. Tapi istilah itu mulai sering dipakai usai presentasi dari agen pemasaran Sparks and Honey viral pada 2014. Di sana, rentang umur yang dipakai mendeskripsikan Generasi Z adalah anak-anak yang lahir 1995 hingga 2014.

Badan statistik Kanada menghitung Generasi Z mulai dari anak-anak yang lahir pada 1993 sampai 2011. McCrindle Research Centre di Australia menyebut Generasi Z sebagai orang-orang yang lahir pada 1995 sampai 2009. MTV lain lagi: mendefinisikan generasi itu sebagai orang-orang yang lahir selepas Desember 2000.

Terlepas perbedaan tahun tersebut, mereka semua sepakat kalau Generasi Z adalah orang-orang yang lahir di generasi internet—generasi yang sudah menikmati keajaiban teknologi usai kelahiran internet.
Sejauh ini, Generasi Z dikenal sebagai karakter yang lebih tidak fokus dari milenial, tapi lebih serba-bisa; lebih individual, lebih global, berpikiran lebih terbuka, lebih cepat terjun ke dunia kerja, lebih wirausahawan, dan tentu saja lebih ramah teknologi.

Kedekatan generasi ini dengan teknologi sekaligus membuktikan masa depan sektor tersebut akan semakin cerah di tangan mereka. Dari segi ekonomi, menurut survei Nielsen, Generasi Z sudah memengaruhi perputaran ekonomi dunia sebagai 62 persen konsumen pembeli produk elektronik. Ini dipengaruhi oleh kehidupan mereka yang sudah serba terkoneksi dengan internet.

Sumber : tirto.id

Rabu, 24 Oktober 2018

Pengertian Kegiatan Keamanan



Sebelum membicarakan lebih jauh mengenai keamanan terlebih dahulu penulis akan mendefinisikan apa yang dimaksud dengan keamanan.

Didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 2007:35 ) “aman berarti bebas dari bahaya, bebas dari gangguan”.
Keamanan berasal dari kata aman , menurut Godam dalam (fertobhades.wordpress.com) “Aman adalah sesuatu yang subyektif. Hanya bisa dirasakan oleh orang-orang sebagai hasil dari suatu penilaian terhadap lingkungan sekitar. Lingkungan sekitar dianggap mempunyai potensi yang besar untuk membahayakan jiwanya dan juga membahayakan harta miliknya”.    
            
a.    Aman secara Obyektif.
Pengertian Aman disini adalah kondisi real yang berhubungan dengan tingkat kejahatan (kriminalitas) yang terjadi di suatu tempat. Aman disini nyata, dia berhubungan dengan crime rate dan bagaimana penyelesaian/pemecahan dari masalah kriminalitas itu.

b.    Aman secara Subyektif
Disini, aman diartikan sebagai persepsi individu-individu dalam masyarakat terhadap kondisi keamanan di lingkungan mereka, baik dari lingkungan minor (keluarga, RT/RW) sampai major (negara dan dunia).
Aman adalah sesuatu yang dipersepsikan dan dinilai. Terkadang tidak berdasarkan data obyektif, tetapi hanya menggunakan pengalaman-pengalaman empiris belaka, misalnya melalui pengalaman diri sendiri dengan kasus kejahatan, berita kriminal yang ada di media massa setiap hari, atau melalui obrolan-obrolan dengan orang lain.
Keamanan adalah keadaan bebas dari bahaya. Istilah ini bisa digunakan dengan hubungan kepada kejahatan, segala bentuk kecelakaan, dan lain-lain. Keamanan merupakan topik yang luas termasuk keamananan nasional

Pengertian Tanggung Jawab, ciri sikap tanggung jawab



Manusia Indonesia memiliki kebebasan dan tanggung jawab tertentu terhadap dirinya sendiri, terhadap sesamanya, dan juga dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Pengertian tanggung jawab dalam demokrasi Pancasila adalah kesediaan dan kerelaan dalam menetapkan dan melaksanakan keputusan musyawarah serta akibat atas prilaku yang dilakukan demi kebajikan, kebenaran, keadilan terhadap diri sendiri, sesama atau masyarakat, bangsa dan negara, serta terhadap Tuhan Yang Maha Esa, (63 : 2003).

Menurut kamus besar bahasa Indonesia tanggung jawab merupakan suatu kesediaan dan kerelaan untuk menanggung akibat atas prilaku yang dilakukan. Kebebasan yang bertanggung jawab berarti bahwa kebebasan seseorang harus selalu memperhatikan batas-batas penghargaan terhadap orang lain, serta mengindahkan nilai-nilai dan norma-norma kesusilaan hukum negara dan adat istiadat.

Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan hak dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Seorang siswa yang bertanggung jawab akan belajar dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan waktunya semaksimal mungkin untuk menuntut ilmu.

Sikap tanggung jawab sangat penting dalam kehidupan karena orang yang bertanggung jawab tidak akan melepaskan dan melalaikan tugas maupun kewajibannya selalu konsekuen dan konsisten dalam sikap serta perbuatannya.

Jadi berdasarkan penjelasan diatas tanggung jawab merupakan sikap dan prilaku untuk menanggung segala akibat yang timbul dari suatu perbuatan yang dilakukan oleh individu atau sekelompok orang dalam organisasi.

Ciri sikap tanggung jawab


 Adapun ciri sikap tanggung jawab pelajar  ( Depertemen pendidikan Dasar dan Menengah, 2001:65) adalah sebagai berikut:
a.    Para siswa selalu memanfaatkan waktunya dengan seoptimal mungkin untuk belajar.
b.    Para siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan sebaik-baiknya.
c.    Para siswa menunaikan kewajibannya seperti melaksanakan tugas piket dan upacara bendera.
d.    Melaksanakan sepenuhnya hasil musyawarah OSIS tentang kegiatan siswa.

Rabu, 26 September 2018

Apa itu bela negara pengertian fungsi, nilai, sifat, manfaat dan unsur belanegara



Menurut wikipedia Bela negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negara tersebut. Secara fisik, hal ini dapat diartikan sebagai usaha pertahanan menghadapi serangan fisik atau agresi dari pihak yang mengancam keberadaan negara tersebut, sedangkan secara non-fisik konsep ini diartikan sebagai upaya untuk serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara, baik melalui pendidikan, moral, sosial maupun peningkatan kesejahteraan orang-orang yang menyusun bangsa tersebut.

Landasan konsep bela negara adalah adanya wajib militer. Subyek dari konsep ini adalah tentara atau perangkat pertahanan negara lainnya, baik sebagai pekerjaan yang dipilih atau sebagai akibat dari rancangan tanpa sadar (wajib militer). Beberapa negara (misalnya Israel, Iran) dan Singapura memberlakukan wajib militer bagi warga yang memenuhi syarat (kecuali dengan dispensasi untuk alasan tertentu seperti gangguan fisik, mental atau keyakinan keagamaan). Sebuah bangsa dengan relawan sepenuhnya militer, biasanya tidak memerlukan layanan dari wajib militer warganya, kecuali dihadapkan dengan krisis perekrutan selama masa perang. Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Jerman, Spanyol dan Inggris, bela negara dilaksanakan pelatihan militer, biasanya satu akhir pekan dalam sebulan. Mereka dapat melakukannya sebagai individu atau sebagai anggota resimen, misalnya Tentara Teritorial Britania Raya. Dalam beberapa kasus milisi bisa merupakan bagian dari pasukan cadangan militer, seperti Amerika Serikat National Guard. Di negara lain, seperti Republik China (Taiwan), Republik Korea, dan Israel, wajib untuk beberapa tahun setelah seseorang menyelesaikan dinas nasional. Sebuah pasukan cadangan militer berbeda dari pembentukan cadangan, kadang-kadang disebut sebagai cadangan militer, yang merupakan kelompok atau unit personel militer tidak berkomitmen untuk pertempuran oleh komandan mereka sehingga mereka tersedia untuk menangani situasi tak terduga, memperkuat pertahanan negara. 

Bela Negara di Indonesia


Bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya. Peran penting Bela Negara dapat dikuak secara lebih jernih dan mendalam melalui perspektif pertahanan. Keutuhan wilayah Indonesia, beserta seluruh sumber daya, kedaulatan dan kemerdekaannya, selalu terancam oleh agresi asing dari luar dan pergolakan bersenjata dari dalam. Kalau ancaman ini menjadi nyata dan Indonesia tidak siap, semuanya bisa kembali ke titik nol. Antisipasi para pendiri bangsa tercantum dalam salah satu poin tujuan nasional yaitu “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia”. Pernyataan ini menjadi dasar dari tujuan pertahanan. Ia tidak berdiri sendiri tetapi berbagi ruang dengan tujuan keamanan atau ketertiban sipil dan berdampingan 3 (tiga) tujuan lainnya, yakni tujuan kesejahteraan (memajukan kesejahteraan umum), tujuan keadaban (mencerdaskan kehidupan bangsa) dan tujuan kedamaian (berpartisipasi aktif dalam perdamaian dunia yang adil dan abadi).[2] Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara dan Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang.

Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara. 

Unsur Dasar Bela Negara
Didalam proses pembelaan bangsa, ada beberapa hal yang menjadi unsur penting, diantaranya adalah :
Cinta Tanah Air Kesadaran Berbangsa & bernegara Yakin akan Pancasila sebagai ideologi Negara Rela berkorban untuk bangsa & Negara Memiliki kemampuan awal bela Negara

Contoh-Contoh Bela Negara :

Melestarikan budayaBelajar dengan rajin bagi para pelajar taat akan hukum dan aturan-aturan NegaraDan lain-lain.

Dari unsur yang ada tersebut, bisa disebutkan mengenai beberapa hal yang menjadi contoh proses pembelaan negara.

Beberapa contoh tersebut diantaranya adalah : Kesadaran untuk melestarikan kekayaan budaya, terutama kebudayaan daerah yang beraneka ragam. Sehingga hal ini bisa mencegah adanya pengakuan dari negara lain yang menyebutkan kekayaan daerah Indonesia sebagai hasil kebudayaan asli mereka. Untuk para pelajar, bisa diwujudkan dengan sikap rajin belajar. Sehingga pada nantinya akan memunculkan sumber daya manusia yang cerdas serta mampu menyaring berbagai macam informasi yang berasal dari pihak asing. Dengan demikian, masyarakat tidak akan terpengaruh dengan adanya informasi yang menyesatkan dari budaya asing. Adanya kepatuhan dan ketaatan pada hukum yang berlaku. Hal ini sebagai perwujudan rasa cinta tanah air dan bela bangsa. Karena dengan taat pada hukum yang berlaku akan menciptakan keamanan dan ketentraman bagi lingkungan serta mewujudkan rasa keadilan di tengah masyarakat. Meninggalkan korupsi. Korupsi merupakan penyakit bangsa karena merampas hak warga negara lain untuk mendapatkan kesejahteraan. Dengan meninggalkan korupsi, kita akan membantu masyarakat dan bangsa dalam meningkatkan kualitas kehidupan.

Dasar Hukum
Beberapa dasar hukum dan peraturan tentang Wajib Bela Negara :
Tap MPR No.VI Tahun 1973 tentang konsep Wawasan Nusantara dan Keamanan Nasional. Undang-Undang No.29 tahun 1954 tentang Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat.Undang-Undang No.20 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam Negara RI. Diubah oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1988. Tap MPR No.VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI. Tap MPR No.VII Tahun 2000 tentang Peranan TNI dan POLRI. Amandemen UUD ’45 Pasal 30 ayat 1-5 dan pasal 27 ayat 3. Undang-Undang No.3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.Undang-Undang No.56 tahun 1999 tentang Rakyat Terlatih

Untuk mewujudkan kesadaran dan menyatukan konsep pembelaan negara di tengah masyarakat, salah satunya dilakukan melalui penciptaan lagu Mars Bela Negara. Mars ini digubah oleh salah seorang musisi Indonesia yang memiliki nasionalisme, yaitu Dharma Oratmangun.

Selain itu, dalam upaya menjaga kesadaran bela negara, dibuatlah sebuah momen untuk memperingatinya. Hari yang sudah ditetapkan sebagai hari Bela Negara dipilih tanggal 19 Desember. Penetapan ini dimulai tahun 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang dituangkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 28 Tahun 2006.

Fungsi dan Tujuan Bela Negara
Tujuan bela negara, diantaranya:
  1. Mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara
  2. Melestarikan budayaMenjalankan nilai-nilai pancasila dan UUD 1945
  3. Berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.
  4. Menjaga identitas dan integritas bangsa/ negara
Sedangkan fungsi bela negara, diantaranya:
Mempertahankan Negara dari berbagai ancaman; Menjaga keutuhan wilayah negara; Merupakan kewajiban setiap warga negara. Merupakan panggilan sejarah;
Manfaat Bela Negara
Berikut ini beberapa manfaat yang didapatkan dari bela negara:
  1. Membentuk sikap disiplin waktu,aktivitas,dan pengaturan kegiatan lain.
  2. Membentuk jiwa kebersamaan dan solidaritas antar sesama rekan seperjuangan.
  3. Membentuk mental dan fisik yang tangguh.
  4. Menanamkan rasa kecintaan pada Bangsa dan Patriotisme sesuai dengan kemampuan diri.
  5. Melatih jiwa leadership dalam memimpin diri sendiri maupun kelompok.
  6. Membentuk Iman dan Taqwa pada Agama yang dianut oleh individu.
  7. Berbakti pada orang tua, bangsa, agama.
  8. Melatih kecepatan, ketangkasan, ketepatan individu dalam melaksanakan kegiatan.
  9. Menghilangkan sikap negatif seperti malas, apatis, boros, egois, tidak disiplin.
  10. Membentuk perilaku jujur, tegas, adil, tepat, dan kepedulian antar sesama.
Sifat-sifat bela negara

Sifat lunak

Psycological
  • Pemahaman ideologi negara (Pancasila dan UUD 1945)
  • Nilai-nilai luhur bangsa
  • Wawasan kebangsaan
  • Persatuan dan kesatuan bangsa
  • Kesadaran bela negara
Physical
  • Perjuangan mengisi kemerdekaan
  • Pengabdian sesuai profesi
  • Menjunjung tinggi nama Indonesia di dunia internasional
  • Penanganan bencana dan menghadapi ancaman non militer lainnya (ekonomi, sosial, budaya, dsb)

Sifat Keras

Menghadapi ancaman militer
  1. Komponen Utama
  2. Komponen Cadangan (kombatan)
  3. Komponen Pendukung (Non kombatan)

Nilai nilai bela negara 

Cinta tanah air

Mengenal dan mencintai tanah air agar selalu waspada dan siap membela tanah air Indonesia terhadap segala bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang dapat membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara. Indikator cinta tanah air meliputi:
  • menjaga tanah dan pekarangan serta seluruh ruang wilayah Indonesia.
  • bangga sebagai bangsa Indonesia
  • menjaga nama baik bangsa dan negara Indonesia
  • memberikan kontribusi dan kemajuan pada bangsa dan negara Indonesia
  • mencintai produk dalam negeri, budaya, dan kesenian Indonesia.

Kesadaran berbangsa dan bernegara

Sadar sebagai warna bangsa negara Indonesia dalam bentuk tingkah laku, sikap, dan kehidupan pribadi agar dapat bermasyarakat sesuai dengan kepribadian bangsa. Indikator nilai kesadaran berbangsa dan bernegara meliputi:
  • memiliki kesadaran keragaman budaya, suku, agama, bahasa dan adat istiadat.
  • melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga negara sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
  • mengenal keragaman individu di rumah dan di lingkungannya.
  • berpikir, bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara Indonesia.
  • berpartisipasi menjaga kedaulatan bangsa dan negara.

Yakin akan Pancasila

Pancasila sebagai pedoman dan pandangan hidup bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara guna mencapai tujuan nasional. Rasa yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara dicapai dengan menumbuhkan kesadaran:
  • yang didasari pada Pancasila,
  • pada kebenaran negara kesatuan republik Indonesia,
  • bahwa hanya dengan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, negara bangsa Indonesia akan tetap jaya,
  • setiap perbedaan pendapat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat diselesaikan dengan cara musyawarah dan mufakat,
  • bahwa Pancasila dapat membentengi mental dan karakter bangsa dalam menghadapi ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.
Indikator nilai yakin pada Pancasila sebagai ideologi bangsa meliputi:
  • memahami nilai-nilai dalamPancasila.
  • mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
  • menjadikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan negara Indonesia
  • senantiasa mengembangkan nilai-nilai Pancasila
  • setia pada Pancasila dan meyakini sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rela berkorban

Rela berkorban untuk bangsa dan negara. Bersedia mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan harta benda untuk kepentingan umum sehingga pada saatnya nanti siap mengorbankan jiwa raga bagi kepentingan bangsa dan negara. Indikator rela berkorban bagi bangsa dan negara meliputi:
  • bersedia mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk kemajuan bangsa dan negara.
  • siap membela bangsa dan negara dari berbagai macam ancaman.
  • memiliki kepedulian terhadap keselamatan bangsa dan negara.
  • memiliki jiwa patriotisme terhadap bangsa dan negaranya.
  • mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan/atau golongan.

Kemampuan awal bela negara

  1. secara psikis (mental) memiliki sifat disiplin, ulet, mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku, percaya akan kemampuan diri sendiri, tahan uji, pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan untuk mencapai tujuan nasional.
  2. secara fisik (jasmani) memiliki kondisi kesehatan dan keterampilan jasmani yang dapat mendukung kemampuan awal bela negara yang bersifat psikis.
Indikator nilai memiliki kemampuan awal bela negara meliputi:
  • memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan dalam bertahan hidup atau mengatasi kesulitan.
  • senantiasa memelihara kesehatan jiwa dan raganya.
  • ulet dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan.
  • terus membina kemampuan jasmani dan rohani.
  • memiliki keterampilan bela negara dalam bentuk keterampilan.
 Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Bela_negara
https://eranews.id/bela-negara-pengertian-unsur-fungsi-tujuan-dan-manfaat-bela-negara/

Selasa, 07 Agustus 2018

SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR


SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR - Sistem periodik unsur berguna karena memudahkan kita untuk mengetahui sifat-sifat unsur.namun demikian, kita harus mengetahui kaitan antara sifat-sifat unsur dengan letaknya dalam sistem periodik. pada Subbab ini, anda akan mempelajari sifat-sifat penting unsur, yaitu jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron, keelektronegatifan, serta sifat logam dan non logam, atau dari atas kebawah dalam satu golongan.
1. Jari-Jari Atom
            Jari-Jari atom adalah jarak dari inti atom hingga kulit elektron terluar (Lihat Gambar 2.27). jari-jari atom perlu kita pahami karena berkaitan dengan daya tarik inti terhadap elektron, yang akan menentukan nilai energi ionisasi, afinitas elektron, dan keelektronegatifan.




hubungan jari-jari atom dengan sistem periodik ditunjukan oleh gambar 2.28.



Kecenderungan jari-jari taom dalam sistem periodik, yaitu sebagai berikut.
·         Dari atas kebawah dalam satu golongan, jari-jari atom semakin besar.
·         Dari kiri kekanan dalam satu periode, jari-jari atom semakin kecil
bagaimanakah kita menjelaskan kecenderungan jari-jari atom tersebut? faktor yang menentukan jari-jari atom adalah jumlah kulit dan muatan inti.
perhatikan jari-jari atom litium, berilium, natrium, dan magnesium pada gambar 2.29.
·         litium dan berilium terletak pada periode 2, keduanya mempunyai dua kulit atom. berilium mempunyai jari-jari atom lebih kecil karena muatan intinya lebih besar, sehingga daya tarik inti terhadap elektron lebih kuat.
·         litium dan natrium terletak pada golongan IA, Li pada periode 2, sedangkan natrium pada periode 3. Natrium mempunyai jari-jari atom lebih besar karena mempunyai jumlah kulit atom yang lebih banyak.


2. Energi Ionisasi
            Suatu Atom dapat melepas elektron sehingga menjadi ion positif pelepasan elektron memerlukan energi, yaitu untuk mengatasi gaya tarik intinya. besarnya energi yang diperlukan untuk melepas satu elektron dari suatu atom netral dalam wujud gas disebut energi ionisasi.
Contoh :
            Energi ionisasi litium adalah 8,64 x 10-19 J. Artinya, untuk melepas satu elektron dari atom litium dalam wujud gas diperlukasn energi sebanyak 8,64 x 10 - 19 J. dalam ilmu kimia, besaran-besaran tidak dinyatakan per atom, melainkan per mol. Mol adalah satuan jumlah seperti halnya lusin atau gros (1 mol = 6,02 x 1033 Partikel). Jika dinyatakan untuk satu mol, energi ionisasi litium adalah 520 kJ.
Prosesnya dapat dituliskan sebagai berikut :
Li(g) + 520 kJ → Li+(g) + e
Konsep mol akan dibahas lebih lanjut dalam Bab 6.
            Hubungan energi ionisasi dengan nomor atom ditunjukan dalam gambar 2.30. Dari gambar tersebut dapat disimpulkan kecenderungan energi ionisasi sebagai berikut.
1.      dalam satu golongan, dari atas ke bawah energi ionisasi semakin kecil.
2.      dalam satu periode, dari kiri ke kanan energi ioniasi cenderung semakin besar.
            Kecenderungan tersebut dapat dijelaskan sebagi berikut. Perlu dipahami bahwa nilai energi ionisasi bergantung pada besarnya gaya tarik inti terhadap elktron kulit terluar, yaitu elektron yang akan dilepaskan. Makin kuat gaya tarik inti, makin besar energi ionisasi.



1.      Dalam satu golongan, dari atas kebawah, jari-jari atom bertambah besar, sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar makin lemah. Oleh karena itu, energi ionisasi berkurang.
2.      Dalam satu periode, sebagaimana telah dijelaskan ketika membahas jari-jari atom, gaya tarik inti bertambah. oleh karena itu, energi ionisasi juga bertambah.
            Gambar 2.30 memperlihatkan bahwa unsur-unsur golongan IIA, VA, VIIIA mempunyai energi ionisasi yang sangat besar. bahkan lebih besar daripada energi ionisasi unsur disebelah kanannya. fakta ini menunjukan adanya faktor lain yang mempengaruhi nilai energi ionisasi selain muatan inti dari jari-jari atom. Penyimpanan tersebut berkaitan dengan kestabilan konfigurasi elektron. Unsur-unsur golongan IIA, VA, dan VIIIA mempunyai konfigurasi elektron yang relatif stabil, sehingga elektron sukar dilepaskan.
3. Afinitas Elektron
            Selain dapat kehilangan elktron, suatu atom dapat pula menyerap (menerima tambahan) elektron sehingga membentuk ion negatif. energi yang menyertai penambahan 1 elektron pada satu atom netral dalam wujud gas membentuk ion bermuatan -1 disebut afinitas elektron afinitas elektron juga dinyatakan dalam kJ mol-1. afinitas elektron unsur-unsur golongan utama diberikan pada tabel 2.7.



beberapa hal berikut perlu diperhatikan untuk memahami afinitas elektron.
·         Penyerapan elektron ada yang disertai pelepasan energi, ada pula yang disertai penyerapan energi.
·         JIka penyerapan elektron disertai pelepasan energi, afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda negatif.
contoh:
Afinitas elektron klorin =-346 kJ mol-1, berarti penyerapan elektron atom klorin membentuk ion CL-  disertai pelepasan energi sebanyak 249 kJ mol-1.
·         Jika penyerapan elektron disertai penyerapan energi, afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda positif.
contoh:
afinitas elektron berilium = 240 kJ mo-1, berati terjadi penyerapan elektron oleh atom berilium, sehingga membentuk ionbe- disertai penyerapan energi .dalam hal ini ,elektron baru dapat memasuki atom berilium,jika diberi tambahan energi sebanyak 240kj mol-1.
·         Unsur yang mempunyai afinitas elektron yang lebih besar daripada unsur afinitas elektronnya bertanda positif. Dengan kata lain, makin negatif nilai afinitas elektron, makin besar kecenderungannya menarik elektron membentuk ion negatif.
·         Unsur yang mempunyai afinitas elektron bertanda negatif, akan membentuk ion negatif yang lebih stabil daripada atom netralnya.
contoh :
Afinitas ion negatif klorin -349 kJ mol-1, berati ion CL- lebih stabil daripada atom Cl.
·         Sebaliknya, unsur yang afinitas elektronnya bertanda positif akan membentuk ion negatif yang kurang stabil daripada atom netralnya.
contoh :
Afinitas elektron berilium = 240 kJ mol-1, menunjukan ion Be- kurang stabil dibandingkan atom Be.
            Bagaimanakah kecenderungan  afinitas elektron dalam sistem periodik? apabila kita perhatikan data afinitas elektron dalam tabel 2.7, ternyata afinitas elektron lebih bervariasi. Namun, dapat disimpulkan kecenderungan sebagai berikut.
a.       Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, afinitas elektron cenderung berkurang.
b.      Dalam Satu periode, dari kiri ke kanan, afinitas elektron cenderung bertambah.
c.       Kecuali unsur alkali tanah dan gas mulia, semua unsur golongan utama mempunyai afinitas elektron bertanda negatif. afinitas elektron terbesar dimiliki oleh golongan halogen.
4. Keelektronegatifan
            Kita Sudah membahas dua sifat periodik unsur yang berkaitan dengan penyerapan dan pelepasan elektron, yaitu energi ionisasi dan afinitas elektron. Energi ionisasi menggambarkan kecenderungan unsur melepas elektron membentuk ion positif, sedangkan afinitas elektron mengggambarkan kecenderungan unsur menyerap elektron membentuk ion negatif. Keelektronegatifan juga berkaitan dengan pembentukan ion positif atau ion negatif. Keelektronegatifan adalah suatu bilangan  yang menggambarkan kecenderungan relatif suatu unsur menarik elektron kepihaknya sendiri dalam suatu ikatan kimia. Keelektronegatifan unsur-unsur dapat dilihat pada gambar 2.31.



Contoh :
            Misalkan hidrogen dengan fluorin mempunyai elektron yang ditarik bersama, seperti digambarkan berikut ini. siapakah yang menarik lebih kuat. hidrogen atau fluorin?



dari data Keelektronegatifan pada gambar 2.31, kita dapat mengetahui bahwa Keelektronegatifan hidrogen adalah 2,1, sedangkan fluorin 4,0. Hal ini menunjukan bahwa Fluorin menarik elektron lebih kuat daripada hidrogen dengan perbandingan 4 : 2,1 . Namun demikian elektron tetap dimiliki bersama oleh kedua atom itu.
bagaimanakah kecenderungan Keelektronegatifan unsur dalam sistem periodik? dari gambar 2.31 dapat disimpulkan kecenderungan Keelektronegatifan sebagai berikut:
·         Dari atas kebawah dalam satu golongan Keelektronegatifan berkurang.
·         Dari kiri ke kanan dalam satu periode Keelektronegatifan bertambah.
            Kecenderungan tersebut kiranya dapat dipahami, sebagaimana halnya memahami energi ionisasi dan afinitas elektron yang besar tentu akan mempunyai Keelektronegatifan yang besar pula. Sebaliknya, unsur yang mempunyai energi ionisasi dan afinitas elektron kecil, akan mempunyai afinitas elektron yang kecil.
5. Sifat logam dan nonlogam
            Secara Kimia, Sifat logam dikaitkan dengan keelektopositifan yaitu kecenderungan melepas elektron membentuk ion positif. jadi, sifat logam akan tergantung pada energi ionisasi, makin besar energi ionisasi , makin sukar melepas elektron, dan makin berkurangsifat logamnya. Sebaliknya, sifat nonlogam dikaitkan dengan keelektronegatifan, yaitu kecenderungan  menarik elektron. sesuai dengan kecenderungan energi ionisasi dan keeloktronegatifan yang telah dibahas sebelumnya, sifat logam dan nonlogam dalam sistem periodik unsur adalah sebagai berikut.
a.       Dari kiri ke kanan dalam satu periode, sifat logam berkurang sedangkan sifat nonlogam bertambah.
b.      Dari atas ke bawah dalam satu golongan, sifat  logam bertambah, sedangkan sifat nonlogam berkurang.
            Jadi, unsur logam terletak pada bagian kiri-bawah sistem periodik unsur, sednagkan unsur golongan nonlogam pada bagian kanan atas. akan tetapi, golongan yang paling bersifat nonlogam adalah golongan VIIA, bukan golongan, VIIIA. Unsur yang terletak pada bagian tengah, yaitu unsur yang terletak disekitas perbatasan antara logam dan nonlogam, mempunyai sifat logam sekligus sifat nonlogam. unsur itu disebut metaloid, contohnya boron dan silikon.
6. Kereaktifan
            Kereaktifan suatu unsur bergantung pada kecenderungannya melepas atau menarik elektron. Jadi, unsur logam yang paling reaktif adalah golongan IA (logam alkali), sedangkan nonlogam yang paling reaktif adalah golongan VIIA (halogen). Dari kiri ke kanan dalam satu preriode, mula-mula kereaktifan menurun kemudian bertambah hingga golongan VIIA. Golongan VIIIA tidak reaktif.

Senin, 23 Juli 2018

Pengertian majas, Macam-Macam Majas dan contohnya

Majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.



Majas digunakan dalam penulisan karya sastra, termasuk di dalamnya puisi dan prosa. Umumnya puisi dapat mempergunakan lebih banyak majas dibandingkan dengan prosa. 

Jenis-jenis majas dan contohnya

Majas perbandingan

  • Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Contoh: Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
  • Alusio: Mengungkapkan suatu hal dengan kiasan yang memiliki kesamaan dengan yang telah terjadi sebelumnya.
Contoh: Megawati berhasil menjadi Kartini modern karena menjadi presiden wanita pertama di Indonesia.
  • Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, umpama, ibarat, dll.
Contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.
  • Metafora: Gaya Bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda lain karena mempunyai sifat yang sama atau hampir sama.
Contoh: Cuaca mendung karena sang raja siang enggan menampakkan diri. Totok itu seperti ananta.
  • Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.
  • Sinestesia: Majas yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya.
Contoh: Dengan telaten, Ibu mengendus setiap mangga dalam keranjang dan memilih yang berbau manis. (Bau: indera penciuman, Manis: indera pengecapan)
  • Antonomasia: Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis.
  • Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.
  • Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
Contoh: Karena sering menghisap jarum, dia terserang penyakit paru-paru.(Rokok merek Djarum)
  • Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.
Contoh: Lama Otok hanya memandangi ikatan bunga biji mata itu, yang membuat Otok kian terkesima.
  • Litotes: Ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri.
Contoh: Terimalah kado yang tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku.
  • Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.
Contoh: Gedung-gedung perkantoran di kota-kota besar telah mencapai langit.
  • Personifikasi: Pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia.
Contoh: Hembusan angin di tepi pantai membelai rambutku.
  • Depersonifikasi: Pengungkapan dengan membuat manusia menjadi memiliki sifat-sifat sesuatu bukan manusia.
Contoh: Hatinya telah membatu, padahal semua orang sudah berusaha menasihatinya.
  • Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.
Contoh: Sejak kemarin dia tidak kelihatan batang hidungnya.
  • Totem pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
Contoh: Indonesia bertanding voli melawan Thailand.
  • Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.
Contoh: Dimana saya bisa menemukan kamar kecilnya?
  • Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.
Contoh: Apa kabar, Roni? (Padahal, ia sedang bicara kepada bapaknya sendiri)
  • Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.
Contoh: Kucing itu berpikir keras, bagaimana cara terbaik untuk menyantap tikus di depannya.
  • Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
  • Perifrasa: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.
  • Eponim: Menyebutkan nama seseorang yang memiliki hubungan dengan sifat tertentu yang ingin diungkapkan.
Contoh: Kami berharap kau belajar yang giat agar menjadi Einstein.
  • Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.
  • Asosiasi: perbandingan terhadap dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama.
Contoh: Masalahnya rumit, susah mencari jalan keluarnya seperti benang kusut.

Majas sindiran

  • Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.
Contoh: Suaramu merdu seperti kaset kusut.
  • Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar.
Contoh : Kamu tidak dapat mengerjakan soal yang semudah ini? Dasar otak udang isi kepalamu!
  • Sinisme: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi).
Contoh: Kamu kan sudah pintar ? Mengapa harus bertanya kepadaku ?
  • Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll.
  • Innuendo: Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.

Majas penegasan

  • Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.
  • Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Contoh: Saya naik tangga ke atas.
  • Repetisi: Perulangan kata, frasa, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.
Contoh : Dia pasti akan datang, dan aku yakin, dia pasti akan datang ke sini.
  • Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
  • Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.
Contoh: Dengar daku. Dadaku disapu.
  • Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frasa, atau klausa yang sejajar.
  • Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.
  • Sigmatisme: Pengulangan bunyi "s" untuk efek tertentu.
Contoh: Kutulis surat ini kala hujan gerimis. (Salah satu kutipan puisi W.S. Rendra)
  • Antanaklasis: Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.
  • Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.
Contoh: Baik rakyat kecil, kalangan menengah, maupun kalangan atas berbondong-bondong menuju ke TPS untuk memenuhi hak suara mereka.
  • Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting.
  • Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya.
Contoh: Dikejar oleh Anna kupu-kupu itu dengan begitu gembira.
  • Retoris: Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.
  • Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.
  • Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya.
  • Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
  • Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.
  • Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.
  • Eksklamasio: Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru.
  • Enumerasio: Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.
  • Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
  • Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
  • Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
  • Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.
  • Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu.
Contoh: Perlu saya ingatkan, Kakek saya itu peramah dan juga pemarah.

Majas pertentangan

  • Paradoks: Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.
  • Oksimoron: Paradoks dalam satu frasa.
  • Antitesis: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.
  • Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.
  • Anakronisme: Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan waktunya
Sumber Artikel :
https://id.wikipedia.org/wiki/Majas

Ad Placement

kelas

civic

ppkn